ads

05 August, 2019

Bupati Tana Toraja Sambut CPNS Penyandang Disabilitas

Bupati Tana Toraja Sambut CPNS Penyandang Disabilitas
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menyampaikan selamat kepada Peserta Pelatihan Dasar CPNS teristimewa buat Nurantin, SE, penyandang different ability atau sering dikenal dengan disabilitas.

Ucapan selamat dari Nico Biringkanae pun, diterima Nurantin dengan penuh sukacita. Lengan dan telapak tangan kirinya mengalami keterbatasan fungsional dan mata kirinya mengalami gangguan hilangnya penglihatan perefiral atau Ablasio retina sejak lahir.

Wanita cantik berhijab kelahiran Palopo, 30 Juni 1995, merupakan anak pasangan dari Asrullah M dan Almarhumah Dirnawati ini, harus memaksimalkan tangan kanannya untuk membantu beban aktifitas sebelah kiri, ditambah mata kirinya yang hanya bisa merasakan cahaya.

Berawal, ketika Nuratin mengikuti seleksi CPNS Pemkab Tana Toraja pada awal November 2018, setahun lalu. Hasilnya, Nur dinyatakan lolos.

Nur mengakui jika pemerintah kabupaten Tana Toraja memang sangat perhatian kepada dirinya dan penyandang disabilitas lainnya yang diterima menjadi CPNS.

"Ayah saya, sehari-hari pedagang kaki lima di sekolah SD, di palopo tepatnya di Jalan Y Tando, Kelurahan Patene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Ibunda Nur telah meninggal di Tahun 2008," katanya, Senin (05/08/2019).

Setelah diterima menjadi CPNS Pemkab Tana Toraja, Nur tinggal di Tondon Makale belakang pasar bersama kakaknya.

"Alhamdulillah...saya sudah menerima SK CPNS dan kemudian juga telah mengikuti Pelatihan Dasar, sebagai salah syarat untuk menjadi PNS. Selama mengikuti seluruh rangkaian Pelatihan Dasar selama 51 hari kerja atau setara 511 jam pelajaran, saya telah memahami nilai nilai ANEKA (akuntabilitas, Nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi) untuk mewujudkan fungsi pokok sebagai seorang ASN yaitu, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa yang diajarkan oleh para nara sumber dari BPSDM Provinsi Sulsel. Hal ini kemudian memacu kami untuk diproyeksikan saat kami merumuskan rencana aktualisasi di unit kerja kami masing peserta dan akhir dari rangkaian Pelatihan Dasar itu kami di evaluasi atas apa yg kami telah aktualisasikan," ungkap Nur.

Berbeda dari kebanyakan orang, para penyandang disabilitas kerap mengalami hambatan di dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Itu sama sekali tidak berlaku bagi Nur, pegawai pada Inspektorat Pemkab Tana Toraja, malah membuktikan bahwa dengan keterbatasannya dia mampu melakukan seluruh pekerjaan sama dengan pegawai lainnya.

Terbukti sejak di tempatkan di Inspektorat Daerah, dirinya telah melakukaan tugas sama seperti pegawai lainnya.

"Saya sudah ke beberapa kecamatan melaksanakan tugas kedinasan, Kecamatan Ratetanyo, Rembon, Bittuang, Sangalla, Gandasil dan Bonggakaradeng. Semuanya saya tempuh dengan mengendarai motor. Bagi saya, pekerjaan selaku CPNS di Badan Inspektorat Daerah, merupakan berkah dari Tuhan dan berkah ini tidak ingin saya sia-siakan. Ini amanah Agung dari yang Maha Kuasa, sehingga saya harus bekerja dengan sebaik baiknya," lanjut Nur.

Penerimaan dan Seleksi CPNS bagi penyandang difabel merupakan konsikuensi logis dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kriteria Kebutuhan PNS dan Seleksi CPNS 2018.

Lanjut, Nur mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Tana Toraja atas aksebilitas kepada penyandang difabel.

"Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Bupati Tana Toraja yanh sangat inklusif membuka gormasi difabel. Juga selama kami mengikuti LATSAR, panitia sangat frendly dan kooperatif selama kami menempuh Pelatihan Dasar," serunya.

Harapan Nur, semoga setiap penerimaan CPNS di seluruh Nusantara dapat memberi formasi kepada para penyandang disabilitas, karena mereka juga punya hak yang sama selaku warga negara. 

Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Tana Toraja, Ivan Kalalembang, saat dikonfirmasi mengatakan Pemerintah menyiapkan kuota untuk penyandang disabilitas dalam rekruitmen PNS tahun ini.

Hal ini adalah sebuah hawa/kebijakan positif dari Pusat, khususnya Pemkab Tana Toraja, sebab persyaratan untuk menjadi PNS itu diletakkan pada kompetensi kinerja sebagai satu indikator bukan pada kondisi seorang.

"Tana Toraja juga merupakan lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas yang kemudian dapat kami pastikan kehadiran difabel dalam sebuah unit kerja mampu membawa aura positif terutama semakin menumbuhkan rasa percaya diri bagi PNS. Hal ini senantiasa di tegaskan oleh Bapak Bupati pada kami, untuk selalu hadir memberikan memberikan pelayanan prima bagi seluruh PNS dan masyarakat pada umumnya," kata Ivan.(Kris)
Don't Miss

News Feed