ads

29 July, 2019

Warga Sopai Gelar Sidang Adat di Lumbung Kemitraan Polri

Warga Sopai Gelar Sidang Adat di Lumbung Kemitraan Polri
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, TORAJA UTARA - Bhabinkamtibmas Polsek Sopai Aiptu TR. Tonglo dan Bripka Widhi Suwito, menghadiri sidang adat dalam penyelesaian perselisihan antara 2 warga Sopai di Lumbung Kemitraan Polri.

Sidang adat ini mempertemukan pihak pelapor, Bati’ Tura’ Bamba dan pihak terlapor Ne’ Tyson di Tongkonan Bamba Dusun Belonga Lembang Salu Sarre Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara, kemarin, Minggu (28/07/2019).

Perselisihan berawal dari Ne’ Doko yang menyampaikan kepada pihak pelapor bahwa pihak terlapor mengatakan Ne’ Tura’ Bamba berhutang kaki kerbau kapada Ne’ Tyson, pada saat Ne’ Tura Bamba di kubur, sehingga pihak pelapor merasa tersinggung atas perkataan tersebut dan melaporkan masalah tersebut ke Kantor Lembang Salu Sarre.

Setelah dipertemukan dan mendengar perkataan dari saksi maupun dari kedua belah pihak, akhirnya kedua belah pihak bersepakat berdamai.

Dengan dasar kesepakatan damai ini, sidang adat memutuskan :
– diberlakukan sanksi / denda adat berupa kewajiban memotong 1 (satu) ekor babi dengan yang biayanya 2/3 untuk terlapor dan 1/3 dari pelapor.
– sanksi / denda adat langsung di kerjakan oleh kedua pihak pada saat sidang adat berakhir.

Dalam kesempatan itu Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada kedua belah pihak dan juga keluarga yg hadir, bahwa masalah tersebut sudah selesai dan tidak boleh diungkit lagi.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Julianto P. Sirait , melalui Kasat Binmas Polres Tator AKP. Yulius Losong Palayukan SH mengatakan bahwa melalui lumbung kemitraan polisi dan masyarakat, kearifan lokal masyarakat Toraja terjaga dengan baik dan mengedepankan komunikasi dan kekerabatan dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan.

"Secara tidak langsung, Lumbung Kemitraan Polisi dan Masyarakat merawat dan melestarikan nilai nilai budaya dan kearifan lokal dari masyarakat Toraja ditengah mulai tergerusnya pemahaman adat dan budaya akibat kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial yang semakin merambah ke sendi sendi kehidupan bermasyarakat,"tutup Yulius L. Palayukan.  (Kris)
Don't Miss

News Feed