ads

31 July, 2019

Wah... Berdalih Korpri, Bendahara Dinas Damkar Bone Potong Gaji Pegawai Guna Keperluan Pribadi

Wah... Berdalih Korpri, Bendahara Dinas Damkar Bone Potong Gaji Pegawai Guna Keperluan Pribadi
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone sepertinya tiada henti dari masalah, mulai dari pemberhentian tenaga sukarela secara sepihak hingga pemotongan gaji pegawai tanpa sepengetahuan pegawai yang bersangkutan.

Bahkan pemotongan gaji pegawai Dinas Damkar Kabupaten Bone tersebut diduga dan diperkirakan sudah berlangsung sejak bulan Maret 2017 sampai sekarang yang diduga dilakukan Bendahara Dinas Damkar Kabupaten Bone, Sulkadar.

Sulkadar yang dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Selasa (30/07/2019) kemarin, mengakui pemotongan gaji pegawai tersebut.

Bendahara Dinas Damkar Kabupaten Bone, Sulkadar, melalui telepon selulernya, mengakui jika uang yang diambil dari gaji pegawai, digunakan secara pribadi.

Ia juga berdalih kalau awalnya uang tersebut sebenarnya untuk Korpri, namun katanya kepengurusan dan manajemen Korpri Kabupaten Bone sudah tidak jelas maka uang tersebut ia gunakan.

"Saya sudah sampaikan jika uang pegawai tersebut akan saya kembalikan. Sementara ini saya sedang mencari dana untuk mengembalikan kepada mereka,” ujar Sulkadar melalui sambungan telepon.

Hal itu mengundang tanya para pegawai Dinas Damkar Kabupaten Bone, karena gaji mereka selalu berkurang setiap penerimaan gaji. Nominal gaji yang terpotong pun bervariasi. Mulai dari Rp. 5000 sampai Rp. 60.000.

"Soal pemotongan tersebut, sudah ada bukti print out yang kami pegang, dan sudah diketahui jika gaji yang dipotong itu masuk ke nomor rekening bendahara,” ungkap sumber dari salah seorang pegawai Dinas Damkar Kabupaten Bone yang tidak ingin dimediakan namanya.

Pemotongan gaji pegawai Dinas Damkar Kabupaten Bone secara sepihak terkuak setelah salah seorang Staf Kepegawaian Dinas Damkar Kabupaten Bone, Hj Wati, menelusuri soal adanya pemotongan gaji yang tidak diketahui sebelumnya.

Ia pun klarifikasi ke kantor Bank Pemerintah Daerah (BPD) Sulsel dan menemukan bukti pemotongan gaji sekira 28 orang pegawai ini memang masuk ke rekening bendahara.

"Meski nilainya tidak seberapa, tetapi kami jadi heran karena pemotongan ini tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya, untuk apa dan kemana uang tersebut. Secara pribadi, saya sudah ihklaskan, namun perbuatan seperti ini tidak bisa dibenarkan” ujar Hj. Wati saat ditemui dikantor Dinas Damkar Bone, Selasa (30/07/2019).

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Operasi, Dra. Andi Purnama yang dikonfirmasi diruang kerjanya dan tidak membantah soal adanya pemotongan gaji pegawai.

"Saya tau jika memang ada pemotongan gaji pegawai tanpa sepengetahuan mereka, tetapi saya tidak berhak untuk mengomentari atau memberi keterangan lebih rinci. Saya sarankan, sebaiknya pertanyakan langsung sama Kepala Dinas,” ujar Andi Purnama.

Pemotongan gaji pegawai Dinas Damkar Kabupaten Bone itu juga dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Kepegawaian, Yuyum Yuhaeni, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Yuyum yang didampingi oleh Hj. Wati menceritakan bagaimana kronologis soal pemotongan gaji setelah ditelusuri sambil memperlihatkan bukti copy print out.

"Kejadian ini sudah lama, sejak tahun 2017 sampai sekarang. Kendati demikian, sudah ada upaya dari yang bersangkutan untuk mengembalikan potongan gaji yang sudah diambil ke pemiliknya” tutur Yuyum Yuhaeni. (Rasul)
Don't Miss

News Feed