ads

01 May, 2019

Fokus Kultur Budaya, Res Area Saomario Soppeng Diresmikan

Fokus Kultur Budaya, Res Area Saomario Soppeng Diresmikan
banner 336x280
banner 336x280

Begini Histori Didirikannya Rumah Adat Sao Mario Soppeng


RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Untuk melestarikan kultur budaya kearifan lokal, dan terutama memajukan sektor Pariwisata. Pengelola Rumah Adat Saormario Batubatu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng kembali berbenah.

Jika kita bertandang ke Kota yang dikenal banyak hewan Kalong (sejenis kelelawar), maka tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi rumah Adat Bugis-Makassar yang disebut Saomario.

Bagi penduduk Soppeng, rumah adat itu dikenal dengan sebutan rumah Tiang Seribue.

Nah, melengkapi destinasi wisata anda, jika benar mengunjungi ikon pariwisata kabupaten Soppeng tersebut, anda tak perlu khawatir lagi soal tempat penginapan maupun kuliner tradisional khas Bugis.

Tepat 1 Mei 2019, yang juga peringatan hari Buruh Sedunia merupakan moment tepat bagi manajemen Rumah Adat Saomario Batubatu.

Pasalnya, sejumlah fasilitas kuliner diresmikan penggunaannya yakni Shop Opening Rest Area Saomario.

Kini para wisatawan lokal maupun luar sudah bisa menikmati makanan tradisional Bugis-Makassar, seperti Lawa, Tunu Bale Lunra, Palekko dan makanan penggunggah selera lainnya.

Selain itu, kawasan yang luasnya mencapai 16 Hektar itu juga dibangun Villa dengan ruang terbuka hijau maupun tempat Penginapan elegan yang juga bisa dijangkau harganya oleh para pengunjung wisata tersebut.

Sebagai persembahan kearifan lokal dalam mengembangkan destinasi wisata, Owner Rumah Adat Sao Mario Batubatu Soppeng
Ny Prof DR Hj. Andi Suryaman Mustari Pide, melounching rumah adat berbasis wisata kuliner dengan menyuguhkan selain beragam makanan, juga souvenir ala Bugis dan Kuliner khas Kue kue tradisional Bugis-Makassar.

Hal itu terlihat saat peresmian Rest Area kuliner ala rumah terapung, di Sao Mario.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ceo Rumah Adat Sao Mario, Prof DR Andi Suryaman Mustari Pide, Camat Marioriawa A Muh Rasyidi, S.Sos, MSi, dan undangan khusus rombongan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sidrap Andi Muh Yusuf Ruby, SE, Kabag Keuangan Pemkab Sidrap Ambo Ela Mattiganna, SIP, MSi, Kabag Ekonomi Pemkab Sidrap Rahmat,SE dan puluhan Bikers yang ikut dalam turing wisata 3 Kabupaten Sidrap-Soppeng-Wajo.

Camat Marioriawa A Muh Rasyidi mengatakan, kehadiran rumah adat Saomario di Soppeng melengkapi destinasi wisata Bumi Latemmalala.

Sebab katanya, di Kecamatan Marioriawa ada dua kawasan tujuan wisata yang eksotik dan cukup terkenal yaitu Permandian Alam Lejjae dan rumat Adat tiang Seribue.

"Soppeng juga ada Permandian Alam Ompoe, dan Air Terjung Ladenring, Wisata Bulu Dua dan masih banyak lainnya. Ini merupakan anugerah sang pencipta dan kita manusia wajib menjaganya karena ini merupakan sumber daya alam berdampak pada kemajuan ekonomi masyarakat Soppeng,"lontar Rasyidi.

Ditempat yang sama, Prof DR Hj. Andi Suryaman Mustari Pide, mengatakan rumah adat Saomario sengaja berbenah dan bersolek karena tingginya jumlah kunjungan wisata di Soppeng terutama di kawasan permandian alam Lejjae.

"Kita manjakan pengunjung dengan penginapan elegan namun bernuansa tradisional yakni rumah adat Bugis. Juga kuliner tradisional ala Bugis seperti souvenir dan kue-kue khas tanah bugis,"ucapnya.

Begitupula, pihaknya akan juga mengembangkan wisata Villa Seratus di lokasi wisata Malino Gowa.

"Kita akan berupaya mengembangkan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.  Ini adalah upaya kita berinvestasi memajukan sektor pariwisata di Sulsel, khususnya di Soppeng dan Gowa,"ungkap Puang Sury sapaan akrab Andi Suryaman Mustari Pide, disela-sela acara tersebut.

Kepada penulis, Dosen Unhas ini, juga menceritakan latar belakang didirikannya Rumah Adat Sao Mario di Soppeng tahun 1990 silam.

Sebagai leluhur bugis dari saudagar Bugis-Makassar ditanah rantau, orang tua Andi Suryaman ini yakni Prof.Dr.Andi Mustari Pide,SH,MH mendedikasikan dirinya dibidang pendidikan, termasuk mengingat leluhurnya di Soppeng sehingga membangun rumah adat untuk tujuan wisata yang sekarang kita lihat ini.

"Saya 2 bersaudara dan anak bungsu. Rumah adat ini sengaja dibangun orangtua saya almarhum Puang Mustari Pide sebagai wujud bentuk abdi dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya di Soppeng. Ini juga bertujuan melestarikan adat dan budaya bangsa sehingga mengaktualisasikan kultur Bugis. Dan inilah kami sebagai generasi anak cucunya terus melestarikannya," ucap adik Almarhum Andi Suherman ini.

Iapun berharap, kehadiran Sao Mario terus menjadi promosi ikon budaya Bugis-Makassar yang akan terus menjadi tujuan utama pariwisata di Sulsel dan Kabupaten Soppeng dengan maksud meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (Ady)
Don't Miss

News Feed