ads

18 May, 2019

Al Falah Resmi Jadi Investor Bank Muamalat Indonesia

Al Falah Resmi Jadi Investor Bank Muamalat Indonesia
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mensahkan Al Falah Investments Pte Limited (Al Falah) sebagai investor baru yang mengakuisisi 50,3 persen saham. Hal itu berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat), Jumat (17/05/2019).

Pada rapat umum di Ballroom Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta tersebut disahkan pula para pemegang saham mayoritas dan minoritas menerima secara penuh rancangan akuisisi yang diterbitkan Bank Muamalat.

Sebagaimana yang dikemukakan Ketua Bank Muamalat Kabupaten Bone, Erwin Hatta.

Ia juga menuturkan pada hari ini, Bank Muamalat juga menggelar RUPS Tahunan dengan enam mata acara. Diantaranya adalah persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2018, persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2018 dan pengakhiran masa tugas direksi, dewan komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) periode 2014-2019 serta pengangkatan direksi, dewan komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk periode berikutnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana menyampaikan dana suntikan modal sebesar Rp 2 triliun. Dana tersebut berasal dari Al Falah sebesar Rp 1,7 triliun dan konsorsium Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) sebesar Rp 300 miliar.

"Seluruh pemegang saham telah menyetujui seluruh rencana aksi dalam rangka penguatan struktur permodalan perseroan," ujar Permana.

Saat ini, statusnya masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia optimistis dengan masuknya modal maka Bank Muamalat dapat dengan leluasa melakukan ekspansi bisnis.

Dana dari Al Falah sebesar Rp 1,7 triliun dari konsorsium Al Falah telah disetor ke rekening penampungan pada 30 April 2019. Dana dari Kospin dan Lynx Asia juga telah masuk masing-masing sebanyak Rp 250 miliar dan Rp 50 miliar.

Permana mengatakan RUPST perseroan memutuskan adanya perubahan susunan pengurus perseroan dengan menambah satu posisi direktur yakni direktur risiko. Avianto Istihardjo diangkat sebagai Direktur Risiko Bank Muamalat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Chief Risk Officer.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed