ads

22 April, 2019

112 Pesilat Milenial Bertarung di Popda Bone, Ketua Panitia : Diharapkan Dapat Mencetak Pesilat Tangguh

112 Pesilat Milenial Bertarung di Popda Bone, Ketua Panitia : Diharapkan Dapat Mencetak Pesilat Tangguh
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Sebanyak 112 orang atlet Pencak Silat dari Sekolah Menengah Umum (SMU) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Bone mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Bone.

Popda Kabupaten Bone telah berlangsung beberapa hari setelah dibuka Bupati Bone Dr H Andi Fahsar M Padjalangi di stadion Lapatau Bone, beberapa hari lalu.

Namun khusus untuk cabang olahraga pencak silat baru dilaksanakan pembukaan pada hari Senin (22/04/2019) di aula SMKN 7 Bone, Jl Lapawawoi Karaeng Sigeri Watampone Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang.

Ketua Panitia pelaksanaan Popda Kabupaten Bone cabang pencak silat, Andi Saharuddin, mengatakan, pembukaan olahraga pencak silat dihadiri oleh Ketua Koni Kabupaten Bone Andi Haedar dan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bone Abubakar.

"Usai pembukaan langsung dilaksanakan pertandingan. Ada 112 pesilat muda dari utusan SMU/SMK dan MA serta utusan SMP/MTs se Kabupaten Bone," ujar Andi Saharuddin yang juga Camat Tanete Riattang, Senin (22/04/1019).

Lanjutnya, kelas yang dipertandingkan yakni, Putra : kelas A (39-43 kg) sampai kelas I (71-75 kg) dan Putri : kelas A(39-43 kg) sampai kelas F (55-59 kg).

Ia menambahkan, lewat olahraga pencak silat pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten Bone ini, maka diharapkan akan memunculkan pesilat-pesilat tangguh masa depan di Kabupaten Bone untuk berprestasi di tingkat regional, nasional dan internasional.

Apalagi olahraga pencak silat sangat populer di Indonesia khususnya di Kabupaten Bone. Selain itu, olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga penyumbang atau lumbung medali emas Indonesia di ajang Asian Games 2018, dengan delapan (8) medali emas.

Selain itu, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Bone dan diharapkan menjadi lumbung emas dalam setiap turnamen yang dilaksanakan baik antar kabupaten maupun ditingkat nasional.

Ia juga menjelaskan pada Maret 2017, Pencak Silat telah diajukan Pemerintah Republik Indonesia kepada UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage).

"Hal ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia," ujar Andi Saharuddin.

Manfaat Pencak Silat yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia adalah mendapat pengakuan dunia internasional, memiliki peluang dipertandingkan dalam cabang olah raga di Olimpiade dan menggali nilai budaya yang terkandung dalam silat.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed