ads

25 January, 2019

Pernah Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Ini Penyesalan yang Diungkapkan Salah Seorang Peserta

Pernah Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Ini Penyesalan yang Diungkapkan Salah Seorang Peserta
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Nurdiana (33) salah seorang pengguna atau peserta BPJS Kesehatan, mengaku menyesal gara-gara ia pernah menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Ia menunggak atau tidak membayar iuran BPJS Kesehatan sekira delapan (8) bulan lamanya.

Penyesalan tersebut disampaikan Nurdiana kepada petugas BPJS Kesehatan saat ia dikunjungi di rumah sakit Dr M Yasin Watampone, beberapa waktu lalu. Sewaktu salah seorang anaknya harus diopname di rumah sakit tersebut.

Pada saat ditemui di RS Dr M Yasin, swaktu Nurdiana bersama dua orang anaknya yang masih kecil sedang menjaga anak pertamanya (Indri) yang dirawat karena mengalami pembengkakan pada lambung.

Selama 3 bulan terakhir, Indri (13) telah menjalani opname sebanyak 2 kali karena penyakit yang sama.

“Indri dirawat sejak Senin malam lalu, kami bawa langsung ke UGD karena mengalami sesak napas dan sakit perut yang tidak tertahankan, sekitar 3 bulan yang lalu Indri juga dirawat di sini karena penyakit yang sama. Saat ini kondisinya sudah membaik, saya berharap semoga sudah bisa sembuh dan kembali lagi ke rumah," ucap Nurdiana pada saat itu.

Selama ini, keluarga Nurdiana sangat terbantu dengan adanya Program Jaminan Kesehatan–Kartu Indonesia Sehat(JKN-KIS), tercatat keluarga Nurdiana telah menggunakan kartu tersebut beberapa kali,termasuk pada saat Nurdiana melahirkan anak ketiganya pada pertengahan Tahun 2016 silam.

Meskipun telah beberapa kali merasakan manfaat Program JKN-KIS, Nurdiana ternyata pernah tidak membayarkan iurannya selama delapan bulan yaitu sejak bulan Maret sampai dengan Oktober 2018.

“Waktu itu kami pernah menunggak selama delapan bulan, dan ternyata Indri anak pertama saya sakit dan harus diopname di rumah sakit, sehingga kami harus membayar semua iuran tertunggak beserta denda pelayanan. Sejak saat itu saya berniat untuk tidak lagi lupa melakukan pembayaran iuran, apalagi selama ini kami tidak pernah mengeluarkan biaya sedikit pun ketika berobat di klinik maupun di rumah sakit,” tutur Nurdiana, Jumat (25/01/2019).

Menutup pembicaraan, Nurdiana berharap agar anaknya segera sembuh dari penyakitnya, serta mengajak peserta yang lain untuk tidak lupa apalagi sengaja tidak membayar iurannya meskipun tidak sedang sakit, karena iuran yang dibayarkan sangat bermanfaat bagi orang lain yang sedang sakit.

Nurdiana yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) dengan tiga orang anak, kini terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen PBPU sejak awal tahun 2016 silam. Mengandalkan suami yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bone membuatnya hanya bisa mendaftar pada kelas perawatan kelas 3. (Rasul)
Don't Miss

News Feed