RAKYATSATU.COM, BONE - Dinas Pendidikan Kabupaten Bone berupaya menekan angka putus sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar, melalui sejumlah langkah intervensi di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan dengan merujuk pada amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Upaya itu ditunjukkan melalui kunjungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, khususnya Bidang Sekolah Dasar serta Bidang Ketenagaan, Sarana dan Prasarana, ke Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue, Jumat, 17 April 2026.
Kepala Bidang SD Andi Supriadi bersama Kepala Bidang Ketenagaan, Sarana dan Prasarana Rustan disambut Camat Sibulue Sainal Abidin, Kepala Desa Pattiro Sompe Heri Arham, serta Kepala SD Inpres 12/79 Pattiro Sompe Sudirman.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau rencana pembentukan kelas jauh yang akan mulai diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027, khususnya saat penerimaan peserta didik baru.
“Kita harus segera bertindak untuk mengantisipasi anak putus sekolah, salah satunya dengan membentuk kelas jauh. Wilayah Desa Pattiro Sompe cukup luas dan jarak sekolah dari permukiman warga, khususnya di Dusun Borong Kalukue, sangat jauh dari SD Inpres 12/79 Pattiro Sompe,” ujar Andi Supriadi.
Ia menyebut hasil pendataan menunjukkan jarak tempuh menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut.
“Tidak ada pilihan lain selain membentuk kelas darurat atau kelas jauh di Dusun Borong Kalukue,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Ketenagaan, Sarana dan Prasarana Rustan. Ia berharap adanya dukungan masyarakat, termasuk dalam bentuk hibah lahan untuk pembangunan ruang belajar permanen.
“Untuk sementara, ruang kelas masih bersifat darurat dengan memanfaatkan kolong rumah warga. Kami berharap ada masyarakat yang bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan ruang belajar,” ujarnya.
Kepala Desa Pattiro Sompe Heri Arham menyambut baik rencana pembentukan kelas jauh tersebut, meskipun masih bersifat sementara.
Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya Dinas Pendidikan, terhadap akses pendidikan masyarakat di wilayahnya. [Ikhlas/Rasul]
