Senjata Makan Tuan, Nelayan Sinjai Meregang Nyawa Akibat Bom Ikan

Senjata Makan Tuan, Nelayan Sinjai Meregang Nyawa Akibat Bom Ikan
RAKYATSATU.COM, SINJAI -  Nasib nahas di alami Haji Gamal, seorang nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulsel, Kamis (06/12).

Ia meregang nyawa akibat peristiwa ledakan bom ikan yang terjadi di teluk Bone pada hari Selasa kemarin (4/12), sekira pukul 13.30 Wita.

Kapolres Sinjai AKBP Sepril Sesa yang di konfirmasi mengaku masih mendalami motif penyebab kematian korban.

"Dari informasi yang kami terima jika kronologi menimpa seorang  nelayan bernama Haji Gamal terjadi pada Selasa kemarin (04/12), sekira pukul 09.00 Wita. Ketika itu Haji Gamal seorang diri melaut tepatnya di teluk Bone. Dia kesana bertujuan untuk melihat rumput laut miliknya sekaligus hendak menangkap ikan untuk keluarganya dirumah. Untuk memastikan keberadaan ikan. Ia lalu turun  menyelam dengan kedalaman 5 meter," jelas AKBP Sepril, Kamis (06/12).

Dari kedalaman 5 meter sambung Kapolres, korban (Haji Gamal), setelah menurutnya memungkin ikan dapat banyak diwilayah itu, ia kemudian naik ke perahu miliknya dengan maksud hendak meledakkan bom ikan yang sudah di persiapkan sebelumnya.

"Korban bernasib nahas saat membakar pemicu dari bom rakitan tersebut seketika langsung meledak hingga  mengenai tangan kanan, perut bagian kanan, kaki sebelah kanan. Bahkan hampir sekujur tubuh korban kebakar. Dalam kondisi luka bakar korban langsung pulang kerumahnya," tambahnya.

Dijelaskan lebih jauh, di Pulau Kambuno, setibanya korban langsung dilarikan ke Puskesmas Pulau IX. Tak berlangsung lama dalam perawatan. Nyawa korban tak bisa tertolong lagi hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari kejadian ini tambah Kapolres, pihaknya berharap agar para Nelayan Sinjai, agar tidak melakukan perihal dilakukan korban, sebab perihal tersebut sangat berbahaya baik pada diri kita orang lain serta kerusakan alam pada ekosistem laut seperti tumbuhan karan dan lainnya.

Kendati demikian pihaknya berjanji akan meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku bom ikan (illegal fishing).

"Kami akan tingkatkan pengawasan terkait dengan pelaku pem boman ikan (illegal fishing),sebab perihal tersebut sangat berbahaya dan memang sudah diatur dalam Undang-undang.Dengan adanya kejadian menimpa korban bisa di jadikan sebagai pelajaran agar tak ada lagi yang jadi korban," pungkasnya. (Asdar)
loading...
close
Rakyatsatu