Kodim 1423 Soppeng Turunkan Personil Evakuasi Korban Banjir
Cari Berita

Advertisement

Advertisement

Kodim 1423 Soppeng Turunkan Personil Evakuasi Korban Banjir

Rakyat Satu
28 December, 2018

RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Curah hujan yang tinggi mengguyur Kabupaten Soppeng menimbulkan air meluap di sejumlah wilayah.

Kodim 1423/Soppeng menurunkan personilnya untuk melakukan pemantauan serta mengevakuasi warga yang terjebak banjir

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Soppeng, dikarenakan hujan mengguyur sejak pukul 01.00 wita hingga saat ini, Jumat (28/12)

Dalam peristiwa tersebut, ketinggian air mencapai 100 cm, dimana dampak terparah di Kecamatan Ganra dimana tanggul sungai Bakke Jebol dan merendam ratusan rumah.

Anggota Kodim 1423/Soppeng yang berkordinasi dengan Polres Soppeng dan Badan Penanggulangan bencana daerah untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir

" Anggota Babinsa semua sudah dilapangan, dibantu dengan anggota Koramil, untuk memantau dan membantu warga yang akan di evakuasi ditempat aman," ujar Dandim 1423/Soppeng Letkol Arm Fajar Catur

Sebelumnya diberitakan, Dua Kecamatan di Kabupaten Soppeng terendam akibat meluapnya sejumlah sungai

Untuk wilayah Kecamatan Donri-donri, air meluap memutuskan akses jalan Soppeng-Sidrap menjadikan sejumlah pengendara harus menunggu air surut.

Sementara itu, titik banjir terparah juga terjadi di Kacamata Ganra, dimana pengendara yang akan melintas antar Desa tidak bisa lagi dilalui, karena ketinggian air sudah capai 40-100 cm.

Selain itu, luapan sungai ini, juga menimbulkan kerugian materi sejumlah masyarakat, dimana sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tidak sempat lagi diselamatkan

" Hujan sekitar pukul 23.30 Wita. subuh hari, air tiba-tiba naik, jadi barang tidak sempat diselamatkan," kata Rahman yang merupakan Warga Kecamatan Ganra, Dusun Bakke

Camat Ganra Muhammad Idrus saat ditemui di lokasi banjir mengatakan, kejadian banjir seperti ini, baru terulang kembali sejak 18 tahun lalu,

" Informasi masyarakat, banjir semacam ini baru terulang sejak 18 tahun lalu," ujarnya

Saat ini kita belum mengetahui secara pasti, apakah meluapnya air sungai Desa Ganra ini karena ada yang tersumbat, ataukah memang debit air yang tinggi.

" Kita belum tahu, kemungkinan debit air yang tinggi karena curah hujan dihulu," jelas Idris (ilo)