Sampah Berserakan di BTN Seribu, Ini Kata Kepala BLHD Bone

Sampah Berserakan di BTN Seribu, Ini Kata Kepala BLHD Bone
RAKYATSATU.COM, BONE - Keluhan warga/penghuni BTN Seribu Welalange, khususnya Blok J, Kelurahan Welalange, Kecamatan Tanete Riattang Barat, mendaat tanggapan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Bone.

Kepala BLHD Kabupaten Bone, Asmar Arabe yang dihubungi Rakyatsatu.com, Selasa (20/11) malam, sekira pukul 18.30 Wita, mengatakan, permasalahan sampah di BTN Seribu sudah dari dulu menjadi polemik.

"Di BTN tersebut banyak warga dan pemukiman namun mobil pengangkut sampah sangat susah untuk masuk karena jalanan sempit, sehingga di sana hanya cocok motor pengangkut sampah, sementara kita sangat kekurangan motor sampah," ujar Asmar Arabe.

Selain itu, dirinya berencana akan menempatkan kontainer sampah di BTN Seribu namun pihaknya terkendala lokasi. Sehingga ia mengharapkan warga BTN Seribu melakukan pertemuan untuk ditunjukkan satu lokasi penempatan kontainer sampah.

Bahkan BLHD Kabupaten Bone sudah merencanakan akan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pada TA 2019 kalau memang ada lokasi yang sudah disiapkan oleh warga.

"Saya harap warga atau penghuni BTN Seribu melakukan kesepakatan bersama untuk menunjukkan lokasi penempatan kontainer sampah dan pembangunan TPS agar kami tidak kesulitan dalam mengangkut sampah serta sampah tidak berserakan," harap Asmar Arabe.

Ia juga memberikan solusi, supaya sampah cepat diangkut, maka warga atau penghuni BTN Seribu membentuk kelompok dan patungan membayar pengangkut sampah sehingga sampahnya akan lancar diangkut.

"Supaya sampah lancar diangkut motor sampah karena banyak motor sampah swasta pengangkut sampah tinggal kita bagaimana cara pembayarannya dan saya usulkan agar dibentuk kelompok dan kelompok ini nantinya patungan berapa per bulannya, apakah Rp10 ribu per rumah per bulannya untuk dibayarkan ke pengangkut sampah dan BLHD juga tidak menarik lagi resrtibusi apabila itu sudah berjalan," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa sampah BTN Seribu Welalange berserakan di Blok J, dekat rumah Pratu Safaruddin, salah seorang penghuni BTN Seribu.

Padahal tempat tersebut bukan TPS dan penampungan sampah dan sangat meresahkan serta baunya sudah tidak sedap dan dikerumuni lalat, sehingga lalat itu pun memasuki rumahnya sehingga dirumahnya banyak lalat yang dapat mengakibatkan penyakit dan pemandangan yang tidak enak.

Kalau di BTN Seribu Welalange, sampah berserakan karena tidak ada TPS, beda halnya dengan di Jl Abu Dg Pasolong, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang.

Di Jl Abu Dg Pasolong, bak sampah tersedia tetapi karena lama baru diangkut maka sampah tersebut berserakan di pinggir jalan.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu