Kapolres Bone : Kalau Dapat Info Saring Dulu Baru Sharing

Kapolres Bone : Kalau Dapat Info Saring Dulu Baru Sharing

RAKYATSATU.COM, BONE - Hati-hati menggunakan media sosial, khususnya dalam menyampaikan informasi, karena itu bisa saja mendatangkan petaka.

“Dulu ada pepatah mengatakan Mulutmu Harimaumu, tetapi sekarang, Jemarimu Bisa Mengantarkanmu ke Jeruji Besi, maka saring dulu informasi tersebut baru di sharing," tegas Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Hal itu ditegaskan Kapolres Bone saat memberikan materi, sewaktu menjadi narasumber di Seminar Sehari dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 54 tahun 2018 dengan tema " Sehat di Era Digital" yang digelar Organisasi Profesi Kesehatan dan Akpus Bone,  di aula Masjid Al Markaz Al Maarif, Jl Jend A Yani Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (06/11).

AKBP Muhammad Kadarislam Kasim yang pekan lalu mendapatkan reward dari Rakyatsatu.com, sebagai sebagai salah seorang tokoh sosial kemanusiaan, keagamanan, pengawal dan pengamanan yang berhasil mengawal dan mewujudkan Pilkada serentak berjalan aman, nyaman dan damai di Kabupaten Bone ini, dalam materinya membeberkan tentang Penggunaan Media sosial dari Perspektif Hukum.

Kapolres yang akrab sama awak media dan masyarakat itu, menjelaskan pula Pasal-pasal Undang-Undang ITE satu persatu termasuk sanksi dan juga pelanggaran terhadap UU tersebut yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Misalkan saja saat ini beredar video dan informasi hoaks penghadangan terhadap mahasiswa Bone Palopo. Padahal ini tidak benar dan dampaknya sangat berbahaya bisa menimbulkan pertikaian dan perpecahan. Oknum penyebar hoaks ini kami cari,” tegasnya lagi.

Selain itu, ia juga menyinggung terkait pengguna media sosial yang suka membuat status kontradiktif. Banyaknya kasus pelanggaran UU ITE membuat Kapolres Bone pun mengimbau agar semua masyarakat berhati-hati.

“Ada memang orang yang hobinya mengupdate status penghinaan di medsos, hal ini terjadi karena orang itu sebenarnya gaptek atau gagap teknologi. Untuk 2018 ini sudah ada 27 kasus penghinaan melalui medsos,” tuturnya.

Diakhir pemaparannya, ia mengimbau agar semua lapisan masyarakat bethati-hati dalam menyebarkan informasi dan mengajak warga Bone untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang bermartabat dan berbudaya, aman, nyaman, damai dan sejuk

“Ketika dapat info harus saring dulu apakah benar atau tidak. Kalau tidak benar, jangan disebar,. Mari kita wujudkan Pemilu 2019 yang bermartabat dan  berbudaya, aman, nyaman, damai dan sejuk” pungkasnya.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu