Demo PDAM Wae Manurung Bone, Dua Orang HMI Cabang Bone Terluka

Demo PDAM Wae Manurung Bone, Dua Orang HMI Cabang Bone Terluka
RAKYATSATU.COM, BONE - Demo yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Bone di kantor PDAM Bone, Jl. Gunung Jaya Wiajaya, Kecamatan Tanete Riattang, Jumat (30/11) siang, mengakibatkan dua orang mahasiswa terluka dan satu orang staf PDAM Bone pingsan.

Pasalnya, mahasiswa yang tergabung HMI Cabang Bone saat mendemo PDAM Wae Manurung Bone, dilarang masuk ke kantor PDAM Wae Manurung Bone, sehingga terjadi aksi saling dorong antara pendemo dan pegawai.

Mahasiswa meminta masuk dan meminta Direktur PDAM Wae Manurung Bone menerima aksi mereka terkait tuntutan penolakan kenaikan tarif PDAM Bone sebesar 52 persen dari tarif sebelumnya.

Mahasiswa menilai kenaikan tarif tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil dan sangat membebani rakyat, apalagi selama ini pelayanan PDAM Wae Manurung Bone dinilai belum maksimal.

Akibat saling dorong antara pendemo  dan pegawai mengakibatkan Koordinator aksi, Iwan Taruna mengalami luka paling parah, dan kini menjalani perawatan di RSUD Tenriawaru Bone sembari mengurus visumnya.

Iwan mengatakan tidak akan menarik mundur anggotanya hingga pihak PDAM Wae Manurung Bone bertanggungjawab atas pemukulan yang mereka lakukan.

“Saya suruh blokade dulu karena kami sudah tahu siapa pelaku pemukulannya, setelah ini akan kami laporkan ke polisi” ujar Iwan.

Agar tetap bisa melanjutkan aksi, mahasiswa memilih tidak meninggalkan tempat dan menggelar sholat Jumat di lokasi demo. Sholat Jumat berlangsung khidmat walau hanya beralaskan koran bekas.

Meski Direktur PDAM Wae Manurung Bone, A Sofyan Galigo, sempat menemui para pengunjuk rasa namun tidak memberikan penjelasan berarti.

“Saya sudah bilang untuk ketemu di DPRD tapi tidak mau, kalau soal pemukulan saya tidak tahu karena saya dalam ruangan,” ujar A Sofyan.

Kapolsek Kota/Urban Tanete Riattang, Kompol Andi Asdar yang ditemui di TKP/lokasi demo membenarkan adanya korban pada aksi demonstrasi tersebut.

"Akibat bentrok ini ada dua mahasiswa terluka pada bagian mulut, wajah dan tangan, satu pegawai juga dilarikan ke Rumah Sakit pasca bentrok karena pingsan," kata Kompol Andi Asdar. (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu