Pemkab Soppeng Diminta Tegas, di Soppeng Harga Elpiji 3 Kg Mencapai Rp30 Ribu

Pemkab Soppeng Diminta Tegas, di Soppeng Harga Elpiji 3 Kg Mencapai Rp30 Ribu
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Ternyata SK Bupati Kabupaten Soppeng Nomor 9 Tahun 2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg Rp 16.000, hanya isapan jempol belaka atau tidak berlaku bagi pangkalan gas elpiji M Nurdin.

Hal itu terbukti dari temuan Rakyatsatu.com, di pangkalan gas elpiji di Pallapao, Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (25/08), yakni pangkalan M Nurdin.

Harga gas elpiji di pangkalan M Nurdin yakni Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Sehingga harga gas elpiji 3 Kg di pengecer di Pallapao, Desa Baringeng mencapai Rp 30.000.

"Saya menjual gas elpiji 3 kg seharga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu karena saya membeli di pangkalan pak Nurdin seharga Rp 20 ribu," ujar salah seorang pengecer di Pallapao yang tidak mau dimediakan namanya.

M Nurdin yang ditemui Rakyatsatu.com di pangkalannya, Sabtu (25/08), mengakui kalau menjual gas elpiji 3 kg dari harga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.

"Iya saya menjualnya Rp 20 hingga 25 ribu, karena gas elpiji 3 kg sangat susah didapatkan, terkadang 10 hari agen baru datang membawakan gas dan saya harus menelpon berkali-kali baru dibawakan," ujar M Nurdin.

Apa yang didapatkan Rakyatsatu.com di pangkalan M Nurdin di Pallapao, berbanding terbalik dengan pangkalan Haddase (Sinar Padila) di Salaonro, Kecamatan Lilirilau.

Meski gas elpiji 3 kg agak langka, namun Haddase tetap mengikuti SK Bupati Soppeng, bahwa HET gas elpiji yakni Rp 16 ribu.

"Wah itu pangkalan nakal kalau menjual di atas Rp 16 ribu karena menyalahi SK pak bupati dan itu harus ditindaki. Saya sangat tidak suka kalau ada pangkalan yang menjual di atas Rp 16 ribu karena harga dari agen tidak berubah yakni tetap Rp 14 ribu," tegas Haddase.

Salah seorang warga yang sempat ditemui Rakyatsatu.com mengakui kalau dirinya tidak jadi membeli gas elpiji 3 kg di Pallapao karena harganya sangat mahal.

"Biasanya saya membeli dengan harga Rp 16.000, kok tiba-tiba naik menjadi Rp 30.000," ujarnya tanpa mau disebut namanya.

Sementara itu, salah seorang agen gas elpiji, Emil yang ditemui juga mengakui kalau harga gas elpiji 3 kg tetap Rp14.000 dari agen.

"Harga gas elpiji 3 kg Rp14.000/tabung dan saya tidak berani menjual di atas harga tersebut," ujar Emil sambil memperlihatkan kuitansi harga gas elpiji 3 kg yang dibawa ke pangkalan.

Menanggapi gal itu, salah seorang pengamat ekonomi, Andi M Tos meminta Pemkab Soppeng agar menindak tegas pangkalan gas elpiji yang nakal.

"Kasihan masyarakat pengguna gas elpiji 3 kg, apalagi gas elpiji 3 kg disubsidi oleh pemerintah. Saya minta Pemkab Soppeng harus segera turun ke lapangan dan menindak tegas bahkan kalau perlu dicabut izin pangkalan yang nakal," geram Andi M Tos.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu