Korem 141/Tp Kerjasama Pemkab Bone Akan Pecahkan Rekor MURI Peserta Tari Gemu Fa Mi Re di Bone

Korem 141/Tp Kerjasama Pemkab Bone Akan Pecahkan Rekor MURI Peserta Tari Gemu Fa Mi Re di Bone
RAKYATSATU.COM, BONE - Jika tak ada aral melintang, rekor MURI akan kembali terpecahkan di Kabupaten Bone, setelah sebelumnya Pemkab Bone melalui Dinas Peternakan Kabupaten Bone berhasil memecahkan rekor MURI pada pameran sapi di Hari Jadi Bone (HJB) setahun yang lalu.

Kali ini, rekor MURI yang akan dipecahkan adalah peserta terbanyak dalam pelaksanaan Tari Gemu Fa Mi Re, yang akan dilaksanakan pada hari Selasa (04/09) nantinya, di Lapangan Merdeka Watampone.

Hal itu dapat terlihat atau tergambar pada saat latihan persiapan pemecahan rekor MURI Tari Gemu Fa Mi Re yang berlangsung di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (31/08).

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 141/Tp, Mayor Inf Mansur Kole yang ditemui Rakyatsatu.com di sela-sela persiapan pemecahan rekor MURI tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama TNI AD, khususnya Korem 141/Tp dengan Pemkab Bone dan unsur Forkopimda Kabupaten Bone.

"Kita berharap semoga peserta Tari Gemu Fa Mi Re ini melebihi atau minimalnya 3000 orang, tapi kalau dilihat hari ini yang datang latihan, Insya Allah itu akan terwujud," ujar Mayor Inf Mansur Kole, Jumat (31/08) saat ditemui di Lapangan Merdeka Watampone.

Ia menjelaskan bahwa tarian dan lagu Gemu Fa Mi Re khas Maumere adalah bagian pengejawantahan nilai-nilai revolusi mental dan pancasila yang sesungguhnya dimana setiap apapun yang dihasilkan oleh bangsa ini, adalah milik bangsa yang bisa dinikmati secara bersama.

"Itulah makna persatuan dan kesatuan yang melekat dan menjadi khittah kita dalam menjadi kehidupan berbangsa dan bernegara yang terbingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika," jelas Mayor Inf Mansur Kole.

Lagu Gemu Fa Mi Re yang asyik ciptaan Nyong Franco dengan tarian sederhana tapi representasi dari kesederhanaan dan kebahagiaan bisa dinikmati oleh siapapun rakyat Indonesia, dan dari suku manapun.

Tambahnya, lagu dan tarian Gemu Famire bukan hanya sebagai representasi dari kebahagiaan masyarakat Indonesia tapi sekaligus pengejawantahan dari kesatuan dan persatuan bangsa.

"Karena itulah sebenarnya revolusi mental dan penguatan nilai-nilai kepancasilaan, melalui hal yang sederhana tapi bernilai: tarian kebahagiaan, kebersamaan, dan persatuan secara bersamaan," pungkas Kapenrem 141/Tp. (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu