Lahan Sawah Sudah Banyak Beralih Fungsi, Dinas Pertanian Tana Toraja Lakukan Pengukuran Ulang

Lahan Sawah Sudah Banyak Beralih Fungsi, Dinas Pertanian Tana Toraja Lakukan Pengukuran Ulang
RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Lahan sawah yang sudah banyak beralih fungsi, menggerakkan Dinas Pertanian Tana Toraja melakukan pengukuran di semua lahan sawah di Kabupaten Tana Toraja, Selasa (24/7).

Program Dinas Pertanian Tana Toraja untuk mendapatkan data akurat mengenai luas baku lahan sawah ini, akibatnya pengalihan fungsi lahan yang sudah banyak ditempati warga untuk membangun rumah. Adapula lahan pencetakan sawah baru yang tentunya belum terdata.

Pengukuran dimulai pertama kali di Lembang Uluway, Kecamatan Mengkendek yang sebelumnya memiliki luas lahan 1636 hektar. Saat pengukuran turut dihadirkan Kepala Lingkungan, aparat Lembang dan Penyuluh Pertanian untuk bersama-sama melakukan pengukuran dengan Global Positioning System(GPS) dan aplikasi GPS.

Koordinator Penyuluh Pertanian wilayah Kecamatan Mengkendek, Kristian Deni mengatakan bahwa dengan bantuan alat GPS dan aplikasi GPS , yang dilengkapi dengan titik koordinat, maka akan memberikan data yang valid untuk luas wilayah sawah.

"Dengan bantuan GPS dan aplikasi GPS , yang dilengkapi dengan titik koordinat, maka akan memberikan data yang valid untuk luas wilayah sawah," kata Kristian.

Validasi data lahan sawah Kabupaten Tana Toraja, yang sebelumnya seluas 10.763 hektar, sudah seharusnya dilakukan, akibat data tersebut sudah lama berlaku dan belum dilakukan pembaharuan kembali.

Setelah mendapatkan data akurat, dipastikan bahwa ke depannya akan diketahui jumlah kebutuhan pupuk dan Alsintan. Hal ini diungkapkan oleh Kasi Produksi Tanaman Pangan, Jayadi, saat melakukan pengukuran lahan sawah di Uluway.

"Setelah mendapatkan data akurat, dipastikan bahwa ke depannya akan diketahui jumlah kebutuhan pupuk dan Alsintan," ungkap Jayadi.

Selain itu, hasil panen gabah dapat diperkirakan oleh petani, dimana jumlahnya mulai dapat dihitung. (Kris)

loading...
close
Rakyatsatu