RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak merasa geram terkait laporan mengenai alat absensi elektronik di Rumah Sakit Umum La Temmamala dirusak secara sengaja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dikatakan Kaswadi, dirinya mewarning setiap Kepala SKPD atau Institusi pemerintahan agar segera melakukan tindakan berupa sanksi yang berat bagi oknum PNS yang kedapatan melakukan pengrusakan alat absensi tersebut.
"Saya minta Kepala SKPD untuk menjaga dengan baik absensi ini. Jika menemukan oknum yang rusak, saya minta diberi sanksi berat," tegas Kaswadi saat dikonfirmasi, Rabu (16/11).
Seperti diketahui, absensi elektornik merupakan salah satu alat untuk mengontrol atau mengetahui tingkat kehadiran PNS saat bekerja. Maka dari itu,
dia sangat menyayangkan jika alat absensi sebagai salah satu cara mengetahui tingkat kehadiran PNS dirusak secara sengaja.
"Selain itu, absensi itu menjadi acuan untuk memberikan pakasi atau semacan tunjangan kepada PNS berdasarkan kehadiran dan kinerja mereka," jelasnya.
Lanjut Kaswadi, Pemerintah Kabupaten Soppeng saat ini sudah menganggarkan kurang lebih 20 miliar untuk diberikan kepada PNS dengan tingkat kehadiran tinggi dan berprestasi.
"Ini amanah undang undang dan ada di visi misi Akar Super yang harus kita jalankan," ungkapnya.
Dia berharap dengan adanya absensi eletronik ini tidak ada lagi PNS malas ke kantor agar pelayanan kepada masyarakat maksimal dan pemberian tunjangan dapat berjalan dengan baik dan sesuai. (san)
Dikatakan Kaswadi, dirinya mewarning setiap Kepala SKPD atau Institusi pemerintahan agar segera melakukan tindakan berupa sanksi yang berat bagi oknum PNS yang kedapatan melakukan pengrusakan alat absensi tersebut.
"Saya minta Kepala SKPD untuk menjaga dengan baik absensi ini. Jika menemukan oknum yang rusak, saya minta diberi sanksi berat," tegas Kaswadi saat dikonfirmasi, Rabu (16/11).
Seperti diketahui, absensi elektornik merupakan salah satu alat untuk mengontrol atau mengetahui tingkat kehadiran PNS saat bekerja. Maka dari itu,
dia sangat menyayangkan jika alat absensi sebagai salah satu cara mengetahui tingkat kehadiran PNS dirusak secara sengaja.
"Selain itu, absensi itu menjadi acuan untuk memberikan pakasi atau semacan tunjangan kepada PNS berdasarkan kehadiran dan kinerja mereka," jelasnya.
Lanjut Kaswadi, Pemerintah Kabupaten Soppeng saat ini sudah menganggarkan kurang lebih 20 miliar untuk diberikan kepada PNS dengan tingkat kehadiran tinggi dan berprestasi.
"Ini amanah undang undang dan ada di visi misi Akar Super yang harus kita jalankan," ungkapnya.
Dia berharap dengan adanya absensi eletronik ini tidak ada lagi PNS malas ke kantor agar pelayanan kepada masyarakat maksimal dan pemberian tunjangan dapat berjalan dengan baik dan sesuai. (san)