RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Kabupaten Soppeng menjadi salah satu dari tiga daerah di Sulawesi Selatan yang dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program Pemberdayaan Lanjut Usia (Lansia) oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Tim Penggerak PKK.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Jumat (6/11/2026), dan dilaksanakan secara luring maupun daring.
Acara dibuka secara resmi Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong para lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut.
Menurut Suarni, pemberdayaan lansia tidak sekadar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para lanjut usia menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat.
Sebagai bentuk dukungan, TP PKK Kabupaten Soppeng menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, minum vitamin bersama, serta edukasi kesehatan bagi para lansia.
Suarni berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung kepada peserta. Ia juga mengajak keluarga dan masyarakat untuk semakin memahami bahwa lansia membutuhkan perhatian, kasih sayang, pendampingan, serta kesempatan untuk tetap berperan aktif dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, menegaskan bahwa pemberdayaan lansia bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan penghormatan kepada generasi yang telah memberikan kontribusi besar bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan.
Naoemi mengajak masyarakat agar tidak memandang lansia sebagai kelompok yang tidak produktif. Sebaliknya, para lansia merupakan sumber pengalaman, kebijaksanaan, dan teladan berharga bagi generasi penerus.
Ia juga menekankan pentingnya peran TP PKK melalui 10 Program Pokok PKK, terutama Pokja I, II, III, dan IV, untuk menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan para lanjut usia.
Perhatian terhadap lansia, kata dia, perlu diwujudkan melalui pendampingan keluarga, pemeriksaan kesehatan berkala, olahraga ringan, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pembinaan mental dan spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Naoemi mengungkapkan rencana pengembangan Program Lansia Care oleh TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pokja I pada 2027.
Program Lansia Care dirancang sebagai layanan penitipan dan pendampingan lansia sementara pada siang hari. Melalui layanan ini, para lansia dapat beraktivitas, bersosialisasi, serta memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan sebelum kembali dijemput keluarga pada sore hari.
Naoemi menjelaskan, program tersebut bukan untuk menggantikan peran keluarga dalam merawat orang tua. Lansia Care justru diharapkan menjadi mitra keluarga dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada para lansia.
Pelaksanaannya juga akan mengedepankan kearifan lokal Bugis, yakni siri' na pesse, sebagai landasan membangun kepedulian, penghormatan, dan kasih sayang kepada orang tua.
Pada kesempatan yang sama, sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si., menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut Gubernur, pembangunan juga harus dilihat dari sejauh mana pemerintah mampu memberikan perlindungan, perhatian, dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia.
Ada lima aspek yang menjadi perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan lansia, yakni peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan peran keluarga, pemberdayaan ekonomi, penguatan kehidupan sosial, mental dan spiritual, serta pembangunan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah lansia.
Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah agar program pemberdayaan dan perlindungan lansia dapat berjalan secara berkelanjutan.
Gubernur turut mengapresiasi rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, mulai dari senam lansia, pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, pemberian paket lansia, hingga pelatihan keterampilan membuat sabun berbahan minyak jelantah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam lansia, pemeriksaan kesehatan, minum vitamin bersama, edukasi kesehatan, penyerahan paket lansia, serta pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala SKPD Kabupaten Soppeng, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng, serta para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Soppeng.
Melalui kegiatan ini, pemerintah, TP PKK, keluarga, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia. Dengan begitu, para orang tua dapat menikmati masa lanjut usia dengan sehat, bahagia, sejahtera, dan tetap bermartabat. [Ikhlas/Yudha]
