RAKYATSATU.COM, BONE – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Pemuda Indonesia (FPI) menggelar demonstrasi di Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, mereka menolak rencana pengeboran sumur gas oleh PT Energy Equity Sengkang di Desa Padacenga, Kecamatan Dua Boccoe.
Dalam aksi demonstrasi Jilid I tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “Tolak PT Energy Equity” dan bergantian menyampaikan orasi. Ketua Umum FPI sekaligus koordinator aksi, Fahri Bibi Syahputra yang akrab disapa Roy, menegaskan pihaknya menolak rencana operasi perusahaan tersebut.
FPI menilai ada sejumlah persoalan yang perlu diklarifikasi sebelum rencana kegiatan itu dilanjutkan. Persoalan tersebut meliputi transparansi konsultasi publik, keterbukaan klausul kerja sama, kelengkapan dokumen administratif, hingga pemenuhan persyaratan lingkungan.
Mereka juga menduga proses konsultasi publik belum melibatkan seluruh masyarakat yang berpotensi terdampak, termasuk tokoh adat, akademisi, dan lembaga independen.
“Karena rentetan permasalahan itu, kami menolak PT Energy beroperasi di Kabupaten Bone dan mendesak Bupati Bone membekukan seluruh rekomendasi yang memfasilitasi PT Energy di Bone,” tegas Fahri dalam orasinya.
FPI turut menyoroti rencana pengeboran dan survei seismik 2D yang dibahas perusahaan bersama SKK Migas dan Pemerintah Kabupaten Bone pada November 2025. Rencana tersebut dikaitkan dengan potensi eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di tujuh kecamatan serta wacana pengembangan jaringan gas kota atau city gas di Kabupaten Bone.
Meski perizinan wilayah kerja migas berada dalam kewenangan pemerintah pusat, FPI menilai pelaksanaan kegiatan tersebut tetap harus memperhatikan aspek kewenangan pemerintah daerah, tata ruang, persetujuan lingkungan, penyelesaian lahan, serta perlindungan hak masyarakat.
Massa sempat mendesak untuk bertemu langsung dengan Bupati Bone guna menyampaikan tuntutan mereka. Namun, sejumlah perwakilan pemerintah daerah menemui demonstran dan menerima aspirasi yang disampaikan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi, mengatakan pemerintah daerah akan mengupayakan penyelesaian melalui dialog yang melibatkan FPI dan PT Energy Equity Sengkang.
“Kami akan mencari solusinya. Bagaimana kalau kita sepakat mempertemukan Forum Pemuda Indonesia dengan PT Energy Equity Sengkang, kemudian pemerintah daerah membuat kesepakatan mengenai hal-hal yang dianggap tidak sesuai regulasi,” ujarnya.
Tawaran pemerintah daerah tersebut awalnya ditolak oleh massa. Namun, setelah melalui proses negosiasi yang berlangsung hingga malam hari, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, situasi sempat memanas ketika massa berusaha memasuki halaman Kantor Bupati Bone. Aksi saling dorong antara demonstran, aparat kepolisian, dan Satpol PP nyaris memicu kericuhan.
Aksi demonstrasi tersebut menjadi bentuk desakan agar rencana eksplorasi migas di Kabupaten Bone dibahas secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku. FPI juga meminta agar hak serta kepentingan masyarakat yang berpotensi terdampak menjadi pertimbangan dalam setiap tahapan kegiatan.
Sebelumnya, ratusan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Indonesia menggelar demonstrasi Jilid I di Kantor Bupati Bone pada Rabu (28/10/2026).
Aksi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana pengeboran gas di wilayah Kabupaten Bone. [Ikhlas /Sugi]
