Iklan

Iklan

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Rasakan Langsung Pengalaman Urban Farming di Bandung

01 November 2026, 2:07 PM WIB Last Updated 2026-11-01T06:07:29Z
Para jurnalis mengikuti kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar, RW 03, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jumat (30/10/2026).


RAKYATSATU.COM, BANDUNG – Di tengah padatnya permukiman perkotaan, lahan kosong yang kerap luput dari perhatian ternyata bisa menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat di kawasan BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar, RW 03, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Di atas lahan berukuran sekitar 60 x 5 meter, masyarakat bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat berhasil mengembangkan kebun produktif dengan sedikitnya 30 jenis komoditas. Mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian hingga tanaman herbal dan rempah tumbuh di kawasan tersebut.

Pemanfaatan ruang terbatas ini menjadi gambaran bagaimana pertanian perkotaan atau urban farming dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program BRI Bertani di Kota (BRInita), yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.

Praktik pemberdayaan itu turut diperkenalkan kepada sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026.

Tidak sekadar melihat, para jurnalis diajak terlibat langsung dalam aktivitas pertanian, mulai dari menyemai benih, menanam bibit, menyiram hingga memanen hasil kebun.

Senior Manager Corporate Secretary Division BRI, Agusman Muhammad Latif, mengatakan BRInita dikembangkan sebagai upaya menjawab tantangan ketahanan pangan di kawasan perkotaan melalui pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan dan sarana pertanian, tetapi juga membangun kemampuan warga agar mampu mengelola kegiatan budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.

Dari Kebun Warga Menjadi Sumber Pangan dan Ekonomi

Keberadaan kebun BRInita di Pajajaran tidak sekadar menghadirkan ruang hijau di tengah permukiman. Hasil budidayanya juga memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan masyarakat.

Beragam komoditas dikembangkan, di antaranya terong, pakcoy, kangkung, bayam, tomat, brokoli, sawi romaine, buncis, paria dan ubi jalar. Selain itu, terdapat tanaman buah seperti jeruk, jambu, sawo, lengkeng dan pisang, serta tanaman herbal berupa jahe, kunyit, serai, pandan hingga lidah buaya.

Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Sebagian lainnya mendukung kegiatan sosial masyarakat, termasuk penyediaan makanan tambahan bagi balita melalui Posyandu dan pemenuhan kebutuhan gizi warga lanjut usia.

Dengan demikian, keberadaan kebun tidak hanya memberikan manfaat dari sisi produksi pangan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan pemenuhan gizi masyarakat.



Diperkuat Infrastruktur hingga Pengolahan Produk

Pengembangan BRInita dilakukan melalui dukungan sarana dan peningkatan kapasitas masyarakat. Sepanjang 2025 hingga 2026, BRI Peduli menyalurkan berbagai bantuan untuk menunjang aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Pada 2025, terdapat 16 jenis bantuan yang disalurkan, di antaranya 200 tanaman siap tanam, 250 pot, tandon air berkapasitas 500 liter, instalasi penyiraman tetes, serta pengembangan vertical gardendengan 3.460 pot dan bibit tanaman.

Dukungan berlanjut pada 2026 melalui penyediaan 28 jenis barang dan perlengkapan pertanian. Fasilitas budidaya ikan dalam ember (budikdamber) juga dikembangkan dengan dukungan 200 bibit lele.

Tidak berhenti pada kegiatan budidaya, BRI turut mendorong masyarakat mengembangkan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya melalui fasilitasi desain dan pencetakan kemasan untuk produk olahan warga, seperti minuman bunga telang dan cheese stick pakcoy.

Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair dan eco enzyme, serta pemanfaatan limbah melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pertanian perkotaan dapat dikembangkan sebagai sebuah ekosistem. Mulai dari produksi pangan, pengelolaan limbah hingga pengolahan produk yang berpotensi meningkatkan pendapatan kelompok.



BRInita Jangkau 16 Provinsi

Dampak program BRInita juga tercermin dari jangkauan dan hasil yang telah dicapai sejak pertama kali diluncurkan pada 2021 hingga 2026.

BRI mencatat program ini telah berkembang di 40 kelompok penerima manfaat yang tersebar di 17 Regional Office dan 16 provinsi di Indonesia. Jumlah penerima manfaatnya mencapai 764 orang secara langsung dan 961 orang secara tidak langsung.

Dari sisi produksi, BRInita telah menghasilkan lebih dari 31,7 ton sayur dan buah dengan estimasi nilai mencapai Rp914,5 juta. Sementara hasil perikanan tercatat sebanyak 4,7 ton dengan nilai sekitar Rp56,5 juta.

Program tersebut juga menghasilkan 70 produk olahan turunan dengan pendapatan kelompok mencapai Rp5,2 juta per bulan. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, BRI telah menyelenggarakan 62 sesi pelatihan yang mencakup urban farming, pengelolaan sampah organik hingga pengembangan produk olahan.

Kontribusi terhadap lingkungan turut terlihat melalui terbentuknya 40 titik ruang terbuka hijau dengan total luas sekitar 4.000 meter persegi. Selain itu, program ini mendorong pengolahan 4,7 ton limbah organik dan menghasilkan lebih dari 12 ribu liter pupuk organik cair.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak selalu membutuhkan hamparan lahan luas. Di tengah keterbatasan ruang perkotaan, kolaborasi masyarakat, pemanfaatan teknologi sederhana dan pendampingan yang berkelanjutan dapat melahirkan sumber pangan sekaligus peluang ekonomi.

Melalui BRInita, BRI berharap praktik pertanian perkotaan semakin berkembang dan dapat direplikasi di berbagai wilayah. Lebih dari sekadar menghijaukan lingkungan, program ini diarahkan untuk membangun kemandirian pangan, memperkuat ekonomi keluarga serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. (Ikhlas/Amin)
Komentar

Tampilkan

  • BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Rasakan Langsung Pengalaman Urban Farming di Bandung
  • 0

Terkini

Iklan