
Camat Sibulue, Sainal Abidin, saat memantau salah satu rumah warga penerima bantuan rehabilitasi RTLH di Kecamatan Sibulue.
RAKYATSATU.COM, BONE – Camat Sibulue, Sainal Abidin, geram melihat kondisi rumah warga penerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah dirobohkan, tetapi belum menunjukkan progres pembangunan. Hingga Senin (12/10/2026), material bangunan yang dijanjikan pendamping program juga belum diterima warga.
Sainal mengatakan telah menghubungi dua pendamping program rehabilitasi RTLH di Kecamatan Sibulue untuk menanyakan kepastian penyaluran material. Namun, keduanya memberikan jawaban berbeda. Salah seorang pendamping, Andi Hariani, sebelumnya menyebut material akan dikirim pada Minggu (11/10), tetapi hingga kini belum tiba.
"Demikian pula pendamping lainnya, Andi Rizal. Bahkan Andi Rizal mengakui kalau bahannya sementara mengantri di toko yang telah ditunjuk, yakni salah satu toko bangunan di Kelurahan Waetuo Kecamatan Tanete Riattang Timur. Kan lucu, programnya di Kecamatan Sibulue tetapi toko yang ditunjuk bahan-bahan di kecamatan lain," ujar Sainal dengan geram.
Program rehabilitasi RTLH seharusnya menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Namun, kondisi yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Sibulue justru menimbulkan kekecewaan bagi warga penerima bantuan.
Sejumlah penerima bantuan RTLH yang ditemui mengaku kecewa karena material bangunan yang dijanjikan belum kunjung datang. Mereka menyebut rumah sudah telanjur dirobohkan, sementara proses pembangunan belum dapat dilanjutkan.
"Kami hanya selalu dijanji dan diberi harapan palsu, padahal rumah kami sudah kami robohkan dan bahan-bahan yang dijanjikan oleh pengurus RTLH tidak adapi yang ditepati. Kami pernah dijanji bahan, katanya mau didatangkan hari Kamis namun sampai saat ini belum ada bahan tersebut," ujar salah seorang penerima bantuan yang meminta identitas serta nama desanya dirahasiakan, Senin (12/10/2026).
Warga tersebut mengaku khawatir jika identitasnya dipublikasikan. Dia berharap persoalan penyaluran bantuan segera diselesaikan agar rumahnya bisa kembali dibangun tanpa harus terus menunggu kepastian.
"Janganmi tulis nama dan desaku, nanti saya kena apa-apanya kasihan. Intinya kami sudah sering dijanji tapi hanya janji-janji palsu dan harapan palsu," ujarnya dengan nada khawatir.
Sementara itu, salah seorang pendamping program rehabilitasi RTLH, Andi Rizal, membenarkan material bantuan masih menunggu giliran pengiriman di toko bangunan yang telah ditunjuk di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
"Saya sudah serahkan catatannya di toko yang telah ditunjuk tetapi katanya antri karena banyak pengantaran. Saya juga tidak bisa bertindak terlalu jauh karena ada yang lebih berkompeten," ujar Andi Rizal tanpa menyebutkan pihak yang dimaksud.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone, Andi Ikbal Walinono, mengatakan program rehabilitasi RTLH di Kecamatan Sibulue merupakan program Balai Perumahan. Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
"Itu program Balai Perumahan Pusat namun punya kantor perwakilan di Makassar. Saya sudah minta nama-namanya sama Camat Sibulue untuk dikoordinasikan dengan pihak balai," ujar Andi Ikbal Walinono.
Adapun wilayah di Kecamatan Sibulue yang menerima bantuan rehabilitasi RTLH dari Balai Perumahan meliputi Desa Massenreng Pulu, Desa Tunreng Tellue, Desa Bulie, Desa Mallusetasi, dan Kelurahan Maroanging. Warga berharap penyaluran material segera mendapat kepastian agar pembangunan rumah yang telah dirobohkan dapat dilanjutkan. [Ikhlas /Rasul]