Iklan

Iklan

Lokakarya Mannennungeng di Bone Ditutup dengan Penyerahan Policy Brief dan BAST

30 September 2026, 9:11 AM WIB Last Updated 2026-09-30T01:11:03Z


RAKYATSATU.COM, BONE
– Lokakarya yang menjadi bagian dari rangkaian Gau' Maraja 2026, Passompe Mattana Bone, digelar di Baruga La Tea Ri Duni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula perwakilan mitra program, di antaranya Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perum Bulog, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan Passompe atau perantau Bone dari berbagai wilayah.


Lokakarya tersebut menjadi puncak rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui Program Mannennungeng yang telah berjalan sejak Juni 2026. Dalam kegiatan itu, Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas menyerahkan Policy Brief kepada Pemerintah Kabupaten Bone sebagai rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil pelaksanaan program. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) juga dilakukan bersama kelompok sasaran, yakni Gapoktan Sipurio Sipurennu dan P4S Lamellong, sebagai tanda penyerahan perangkat dan hasil program untuk dikelola secara berkelanjutan.


Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menekankan pentingnya peran Passompe dalam pembangunan daerah. Menurutnya, para perantau Bone yang telah berhasil di berbagai daerah memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi bagi kampung halaman, baik melalui investasi, transfer pengetahuan maupun pemberdayaan masyarakat. “Para Passompe adalah duta-duta Bone di perantauan. Kami berharap mereka tidak hanya sukses di tanah rantau, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perantau adalah kunci percepatan pembangunan di Kabupaten Bone,” ujarnya.


Semangat tersebut sejalan dengan filosofi Bugis Lao Sapa Deceng, Lesu Mappadeceng yang berarti pergi mencari kebaikan, pulang berbuat kebaikan. Filosofi itu menjadi landasan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas dalam menjalankan Program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong. Tim yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut menempuh pendidikan di Kota Makassar, kemudian kembali ke Bone untuk mengabdi dan memberdayakan masyarakat desa, khususnya dalam mendukung keberlanjutan manfaat program bagi petani.


Dosen Pendamping Program Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., mengatakan keberhasilan program merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. “Program Mannennungeng bukanlah kerja satu pihak saja. Ini adalah hasil gotong royong antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan sejak awal telah menghasilkan capaian dalam teknologi, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas petani. Ia menegaskan lokakarya bukan menjadi akhir program, melainkan awal untuk memastikan hasil yang telah dibangun dapat terus berkembang dan dikelola secara mandiri.


Tokoh adat Bone, Andi Irwansyah, S.Sos., M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan Program Mannennungeng. Ia menilai program tersebut mengingatkan pentingnya sektor pertanian tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga warisan dan generasi. “Program Mannennungeng telah mengingatkan kami bahwa pertanian bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga soal menjaga warisan dan menjaga generasi,” katanya. Ia berharap semangat keberlanjutan dapat terus dijaga dan dikembangkan tidak hanya di Desa Kajaolaliddong, tetapi juga di wilayah lain di Kabupaten Bone.


Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program. Menurutnya, lokakarya tersebut bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal dari proses lanjutan. “Policy brief yang kami serahkan hari ini adalah hasil dari kerja keras bersama antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kami berharap rekomendasi ini dapat menjadi acuan bagi kebijakan pertanian di Kabupaten Bone,” ujarnya.


Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan penandatanganan BAST menjadi penanda resmi penyerahan tanggung jawab pengelolaan hasil program kepada kelompok sasaran. “Hari ini kami resmi menyerahkan seluruh hasil program, termasuk perangkat teknologi, modul pelatihan, dan kurikulum P4S, kepada Gapoktan Sipurio Sipurennu dan P4S Lamellong,” ujarnya. Ia menyebut BAST tersebut menjadi bentuk kepercayaan kepada masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan program secara mandiri. Pendampingan dari tim juga akan tetap dilakukan hingga kelompok sasaran dinilai mampu menjalankan program secara mandiri.


Lokakarya tersebut sekaligus menjadi ajang diseminasi capaian Program Mannennungeng. Salah satu hasil yang dipaparkan yakni peningkatan produktivitas padi dari 3 ton menjadi 5,3 ton per hektare. Program tersebut juga mencatat efisiensi penggunaan air hingga 25 persen serta pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. Capaian itu diperoleh melalui integrasi teknologi Uwai Tuo, Pabbura, Warani, dan Garisi' dalam program Mannennungeng.


Tim Mannennungeng berharap program tersebut dapat menjadi salah satu model pertanian cerdas yang dapat diterapkan di wilayah lain. Program ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor pertanian dan mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia. [Ikhlas /*]

Komentar

Tampilkan

  • Lokakarya Mannennungeng di Bone Ditutup dengan Penyerahan Policy Brief dan BAST
  • 0

Terkini

Iklan