RAKYATSATU.COM, PANGKEP - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan memperkuat kompetensi literasi informasi bagi guru, pustakawan dan pegiat literasi. Penguatan ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di era digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema “Penguatan Kompetensi Literasi Informasi melalui Kolaborasi Guru, Pustakawan, dan Pegiat Literasi di Era Digital” yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Selasa (15/9/2026).
Bimtek dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Najemiah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep Abbas Hasan, serta guru, pustakawan dan pegiat literasi. Bimtek tersebut diikuti 180 peserta dan dilaksanakan selama tiga hari.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Abbas Hasan, mengatakan keterlibatan guru, pustakawan dan pegiat literasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan masyarakat mengelola informasi.
Menurutnya, ketiga unsur tersebut memiliki peran dalam mengelola sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Tujuannya tentunya memberikan pemahaman kepada teman-teman pentingnya literasi informasi di Kabupaten Pangkep. Di era digital ini informasi begitu banyak yang berkembang dan sumber informasi yang begitu banyak sehingga diperlukan kebijakan dalam mengelola informasi itu, terutama kepada pemangku pengelola informasi,” katanya.
Ia mengatakan, banyaknya sumber informasi saat ini membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah, mengelola dan menyikapi informasi secara bijak.
Karena itu, Abbas berharap pengetahuan yang diperoleh peserta melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat.
“Diharapkan juga informasi ini sampai kepada masyarakat terkait bagaimana menyikapi informasi-informasi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Abbas menambahkan, buku tetap menjadi salah satu sumber informasi penting bagi masyarakat. Peran pustakawan, kata dia, diperlukan untuk menghadirkan bahan bacaan yang berkualitas dan dapat mendukung peserta didik memperoleh informasi yang benar serta bermanfaat.
“Salah satu informasi yang penting adalah melalui buku-buku yang ada di tengah masyarakat, sehingga bagaimana teman-teman pustakawan untuk bisa menghadirkan bahan bacaan sebagai sumber informasi terutama bagi anak-anak didik, mendapatkan informasi yang benar dan bermanfaat dalam mendapatkan dan mengelola informasi,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Najemiah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, guru, pustakawan dan pegiat literasi diharapkan dapat mendorong kemajuan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
“Pemda Pangkep sangat mengapresiasi kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kolaborasi pemerintah, guru, pustakawan dan pegiat literasi diharapkan perpustakaan semakin maju,” katanya.
Najemiah menegaskan, perpustakaan tidak semata-mata menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar dan pengembangan pengetahuan bagi masyarakat.
“Perpustakaan bukan saja tempat membaca, tapi tempat belajar yang baik. itu harapan kita kedepannya,” ujarnya.
Ia berharap kompetensi pustakawan di Kabupaten Pangkep terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin baik serta menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. (Ikhlas/Mhia)
