RAKYATSATU.COM, SINJAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai mulai memproses pencairan insentif bagi 3.254 petugas keagamaan untuk triwulan III 2026. Insentif ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah kepada petugas keagamaan yang berperan melayani masyarakat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sinjai, Hj. Kamriah Yusuf, mengatakan proses pencairan insentif saat ini sedang berjalan. Jika tidak ada kendala, dana tersebut paling cepat sudah masuk ke rekening penerima.
“Proses pencairannya sementara dalam proses. Insya Allah besok paling cepat sudah masuk ke rekening masing-masing penerima,” kata Kamriah saat ditemui, Selasa (15/9/2026).
Para penerima insentif berasal dari sejumlah unsur petugas keagamaan di desa dan kelurahan. Mereka meliputi imam desa/kelurahan, imam masjid, guru mengaji, muazin, petugas riayah, petugas penyelenggara jenazah hingga penjaga makam.
Pemkab Sinjai menyiapkan anggaran sekitar Rp5,8 miliar untuk program insentif petugas keagamaan sepanjang 2026. Program tersebut merupakan bagian dari RAMAH Keagamaan di bawah kepemimpinan Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda.
Tak hanya memberikan insentif, Pemkab Sinjai juga memperkuat dukungan terhadap lembaga-lembaga keagamaan. Pada Juli 2026, pemerintah daerah menyalurkan hibah sebesar Rp500 juta untuk 24 masjid, tiga pondok pesantren, satu lembaga tahfidz dan Baznas Sinjai.
Melalui program RAMAH Keagamaan, Pemkab Sinjai berupaya agar dukungan terhadap sektor keagamaan tidak hanya berupa bantuan. Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Pemkab Sinjai menilai petugas keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial dan religius masyarakat. Karena itu, perhatian kepada mereka menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak dan memiliki nilai-nilai keagamaan.
Program tersebut diharapkan terus berlanjut dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Komitmen itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sinjai membangun daerah, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan. [Ikhlas /Sudirman]