RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Sebanyak 126 mahasiswa UIN Alauddin Makassar mendapat bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal atau UKT dari Unit Pengelola Zakat (UPZ) kampus. Bantuan itu disalurkan di tengah peningkatan penerimaan zakat pada semester ini yang mencapai Rp136 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan yang juga Ketua UPZ, Prof. Andi Aderus. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II, Jumat, 14 Agustus 2026.
Hamdan mengapresiasi kinerja UPZ yang berhasil meningkatkan jumlah mahasiswa penerima bantuan dibanding periode sebelumnya. Menurut dia, peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya manfaat dana zakat yang dihimpun dari lingkungan kampus.
"Yang sangat menggembirakan, tahun ini jumlah penerima semakin bertambah," kata Hamdan.
Ia mengajak sivitas akademika, khususnya dosen dan pegawai, untuk terus meningkatkan partisipasi dalam zakat dan sedekah. Menurut Hamdan, semakin besar dana yang terkumpul, semakin banyak pula mahasiswa yang dapat dibantu.
Ketua UPZ UIN Alauddin Makassar, Prof. Andi Aderus, mengatakan dana zakat yang terkumpul pada semester ini mencapai Rp136 juta. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui delapan fakultas dan satu program pascasarjana, dengan rata-rata alokasi sekitar Rp12 juta untuk setiap unit.
Selain melalui fakultas dan program pascasarjana, sebagian dana disalurkan langsung melalui bidang kemahasiswaan. Dari keseluruhan skema penyaluran tersebut, 126 mahasiswa mendapat bantuan untuk pembayaran UKT semester ini.
Tak berhenti pada bantuan yang bersifat rutin, UPZ UIN Alauddin juga tengah membahas gagasan pembentukan dana abadi atau endowment fund. Dana tersebut nantinya diharapkan menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT.
Andi Aderus berharap keterlibatan dosen dan pegawai dalam program zakat kampus semakin besar. Ia menilai peningkatan partisipasi penting agar manfaat UPZ tidak berhenti pada jumlah penerima saat ini.
"Kita berharap ke depan semakin banyak dosen dan pegawai memiliki kesadaran dalam program UPZ," ujar Andi.
Dengan penerimaan zakat yang mencapai Rp136 juta dan ratusan mahasiswa yang telah menerima manfaat, UPZ UIN Alauddin kini mencoba mendorong skema yang lebih berkelanjutan. Dana abadi menjadi salah satu opsi agar persoalan UKT mahasiswa tidak hanya ditangani ketika bantuan terkumpul, tetapi dapat ditopang oleh sumber pembiayaan jangka panjang. (Ikhlas/amd)