Iklan

Iklan

Kisah Naura, Pembawa Baki Paskibraka Bone yang Punya Mimpi Jadi Polwan

18 Agustus 2026, 11:19 PM WIB Last Updated 2026-08-18T15:19:57Z

Naura Melia Putri tergabung dalam pasukan inti pembawa baki pada upacara pengibaran Sang Merah Putih HUT ke-81 RI di Lapangan Merdeka Watampone.

RAKYATSATU.COM, BONE
- Naura Melia Putri menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Watampone, Senin (17/8/2026). Siswi SMA Negeri 13 Bone itu mendapat tugas penting sebagai pembawa baki bendera Merah Putih.


Naura merupakan siswi kelas XI jurusan IPA. Dia tergabung dalam Pasukan 8 Paskibraka Kabupaten Bone 2026 yang bertugas dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada upacara pagi.


Bagi Naura, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman yang istimewa. Meski berlangsung dalam waktu singkat, tugas membawa baki menuntut ketenangan, disiplin, ketelitian, serta kepercayaan diri yang tinggi.


"Saya ingin ikut Paskibraka karena ingin melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental. Selain itu, saya ingin menambah pengalaman, belajar bekerja sama, serta membanggakan orang tua dan sekolah dengan memberikan yang terbaik," ujar Naura.


Putri pasangan Sultan yang berprofesi sebagai wiraswasta dan Hasmi, ibu rumah tangga, itu mengaku sempat diliputi rasa cemas menjelang prosesi pengibaran. Namun, dia berusaha mengendalikan perasaan tersebut dengan tetap tenang dan fokus terhadap tugas yang diemban.


"Tentu ada rasa cemas dan was-was karena tugas yang diberikan cukup berat. Tetapi saya berusaha mengendalikan rasa tersebut dengan tetap tenang, percaya pada kemampuan diri, fokus, dan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin," tuturnya.

Naura Melia Putri saat menerima bendera Merah Putih dari Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.


Prosesi pengibaran bendera akhirnya berjalan tanpa hambatan. Naura pun merasakan lega sekaligus bangga setelah berhasil menyelesaikan tugasnya. Baginya, menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Bone 2026 bukan hanya tentang menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga belajar menghadapi tantangan bersama rekan-rekannya.


Selama mengikuti pemusatan latihan, Naura mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari kedisiplinan, kerja sama, hingga membangun kepercayaan diri. Namun, pengalaman dipercaya menjadi pembawa baki menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya.


"Menjadi pembawa baki adalah pengalaman yang sangat berharga karena mengajarkan saya untuk lebih fokus, disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri. Pengalaman ini menjadi salah satu momen yang tidak akan saya lupakan," katanya.


Naura yang dikenal telah meraih sejumlah prestasi sejak duduk di bangku SMP hingga SMA itu juga menyimpan cita-cita untuk menjadi anggota Polri wanita atau Polwan. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal untuk membangun mental, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam mengejar cita-cita tersebut.


Kisah Naura menjadi gambaran bahwa sebuah kepercayaan tidak datang begitu saja. Dari bangku sekolah dan proses latihan yang panjang hingga berdiri membawa baki Sang Merah Putih di hadapan masyarakat, Naura menunjukkan bahwa keberanian, disiplin, dan ketekunan dapat mengantarkan seorang pelajar meraih pengalaman yang membanggakan. [Ikhlas /Sugi]

Komentar

Tampilkan

  • Kisah Naura, Pembawa Baki Paskibraka Bone yang Punya Mimpi Jadi Polwan
  • 0

Terkini

Iklan