Iklan

Iklan

Guru Perempuan di DIY Ikuti Pelatihan Kepemimpinan, Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan

05 Agustus 2026, 9:09 PM WIB Last Updated 2026-08-05T13:09:15Z


RAKYATSATU.COM, YOGYAKARTA
- Sebanyak 30 guru perempuan dari SMA dan SMK negeri maupun swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan yang digelar di Hotel Oakwood, Yogyakarta, pada 4-6 Agustus 2026.


Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi PIER Universitas Paramadina, Konrad Adenauer Stiftung (KAS), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, serta berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).


Kegiatan dibuka pada Selasa (4/8) oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora DIY, Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, Wiwik mengatakan penguatan kapasitas dan kepemimpinan guru perempuan menjadi salah satu perhatian penting Disdikpora DIY.


Menurutnya, guru perempuan memiliki tantangan tersendiri karena harus menjalankan peran sebagai pendidik di sekolah sekaligus sebagai ibu dalam keluarga. Karena itu, kemampuan memimpin dan mengelola berbagai peran dinilai menjadi bekal yang penting.


"Kaum perempuan memiliki peran ganda, sebagai profesional di sekolah dan sebagai ibu di rumah. Karena itu, perempuan harus memiliki kapasitas, trik, dan tips kepemimpinan," kata Wiwik.


Ia juga menilai perempuan perlu memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dan berani mengambil keputusan. Dalam kondisi tertentu, perempuan dituntut mampu menunjukkan sikap yang kuat saat menjalankan fungsi kepemimpinan tanpa meninggalkan karakter dan jati dirinya.


Sementara itu, Direktur Eksekutif PIER Universitas Paramadina, Djayadi Hanan, Ph.D., menjelaskan pelatihan ini difokuskan kepada guru perempuan karena keterwakilan perempuan pada posisi kepemimpinan di sektor pendidikan masih belum seimbang. Menurutnya, meski mayoritas tenaga pendidik adalah perempuan, jabatan kepala sekolah maupun pimpinan dinas pendidikan di berbagai daerah masih didominasi laki-laki. Kondisi serupa juga terlihat pada ruang-ruang kepemimpinan di bidang politik dan pemerintahan.


Pada kesempatan yang sama, perwakilan Konrad Adenauer Stiftung (KAS), Cynthia Tri Putri, memperkenalkan lembaga asal Jerman tersebut yang memiliki komitmen dalam penguatan demokrasi dan pendidikan politik. KAS yang berafiliasi dengan Christian Democratic Union (CDU) Jerman selama ini aktif menjalankan berbagai program kerja sama internasional, termasuk di Indonesia, dalam bidang demokrasi, pendidikan politik, dan pengembangan kepemimpinan.


Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas kepemimpinan. Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya akademisi FISIP UGM Prof. Amalinda Savirani, pakar Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Dr. Titi Anggraini, S.H., M.H., serta Kasubdit Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI Danang Binuko, S.E., M.AP. Tim PIER Universitas Paramadina yang terdiri dari Djayadi Hanan, Ph.D., Dr. Tatok Djoko Sudiarto, MIB, Dr. Mohammad Abduhzen, M.Hum., Umar Abdullah, Ph.D., Muhammad Hilal Tri Anwari, dan Achmad Firas Khudi, S.E., M.E., M.A. juga memberikan materi secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan praktik kepemimpinan.


Melalui pelatihan ini, para guru perempuan diharapkan semakin percaya diri mengambil peran kepemimpinan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting karena sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, kesetaraan, dan partisipasi kepada generasi muda.

Komentar

Tampilkan

  • Guru Perempuan di DIY Ikuti Pelatihan Kepemimpinan, Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan
  • 0

Terkini

Iklan