Iklan

Iklan

Dari 358 Aplikasi ke Satu Platform, Transformasi Digital Makassar Dipelajari Peserta Australia Awards

05 Agustus 2026, 8:04 PM WIB Last Updated 2026-08-05T12:04:25Z
Peserta Australia Awards saat Pelajari Transformasi Digital Pemkot Makassar



RAKYATSATU.COMMAKASSAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menerima kunjungan peserta Australia Awards Short Course: Governance and Public Policy Making for Subnational Governments (Aceh and Eastern Indonesia) di Makassar Virtual Economic Center (MARVEC), Gedung Makassar Government Center (MGC), Rabu, 5 Agustus 2026.


Sebanyak 27 peserta mengikuti kunjungan tersebut. Mereka berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, serta perwakilan dari 12 provinsi di Indonesia.


Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem, mengatakan kunjungan itu menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai transformasi digital yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan pelayanan publik.


Dalam pemaparannya, Roem menjelaskan pemerintah mengintegrasikan ratusan aplikasi layanan ke dalam Lontara+, aplikasi layanan publik yang diluncurkan pada Juli 2025. Sebelum integrasi dilakukan, pemerintah daerah memiliki 358 aplikasi yang berjalan secara terpisah sehingga dinilai menyulitkan koordinasi layanan dan penanganan aspirasi masyarakat.


Menurut Roem, integrasi layanan melalui Lontara+ berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aduan. Selama periode Juli 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 25.219 laporan masuk melalui aplikasi tersebut. Sebanyak 22.663 laporan telah diselesaikan atau sekitar 89,9 persen dari total aduan.


Ia juga memaparkan hasil survei kepuasan pengguna yang menunjukkan 92,5 persen responden menilai aplikasi mempermudah akses layanan publik, sementara 90 persen menyebut aplikasi mudah digunakan. Sebanyak 87,5 persen responden menilai layanan menjadi lebih transparan dan menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima.


Selain memperkenalkan Lontara+, Roem menjelaskan fungsi layanan darurat Call Center 112 serta Makassar Virtual Economic Center (MARVEC) sebagai pusat integrasi dan analisis data pemerintah kota. Melalui pusat data tersebut, pemerintah dapat memantau berbagai indikator layanan secara real-time, mulai dari kondisi lalu lintas, pelayanan pajak, hingga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).


Course Leader Australia Awards Short Course, Rachel Nolan, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari lokakarya pra-studi sebelum peserta mengikuti program pelatihan di Australia.


Menurut Rachel, sistem digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar menjadi contoh penerapan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan dengan mudah sekaligus membantu pemerintah mengambil keputusan berdasarkan data.


"Kami terkesan dengan sistem yang dibangun Pemerintah Kota Makassar. Teknologi seperti ini memperlihatkan bagaimana pemerintah dapat merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan terukur," katanya. (Ikhlas/Azhar)

Komentar

Tampilkan

  • Dari 358 Aplikasi ke Satu Platform, Transformasi Digital Makassar Dipelajari Peserta Australia Awards
  • 0

Terkini

Iklan