Iklan

Iklan

Inovasi UKM KPI Unhas Masuk Program Strategis Irigasi Kabupaten Bone

30 Juli 2026, 7:53 PM WIB Last Updated 2026-07-30T11:53:18Z

Suasana rapat kerja Komisi Irigasi tentang Pengelolaan Aset Irigasi

RAKYATSATU.COM, BONE - 
Inovasi teknologi hemat air karya mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) bakal menjadi bagian dari pengelolaan irigasi di Kabupaten Bone. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Bone memastikan teknologi Uwai Tuo Mannennungeng siap diintegrasikan ke dalam program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).


Teknologi tersebut akan diterapkan pada infrastruktur JIAT yang dibangun melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.


Kepastian itu telah dituangkan dalam Berita Acara Hasil Rapat Kerja Komisi Irigasi tentang Pengelolaan Aset Irigasi Jaringan Irigasi Air Tanah Kewenangan Kabupaten Bone. Dokumen tersebut menjadi dasar hukum integrasi teknologi Uwai Tuo Mannennungeng sekaligus membuka peluang penerapannya di sejumlah titik irigasi lain di Kabupaten Bone.


Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Infrastruktur Jaringan Irigasi Air Tanah yang berlangsung di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7/2026). Rapat itu dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, petugas operasi daerah irigasi, hingga ketua P3A dan GP3A.


Kepala Dinas SDABK Bone, Kasdar ST MSi, mengatakan teknologi yang dikembangkan Tim PPK Ormawa Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (UKM KPI Unhas) dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air.


"Kami melihat potensi besar dari teknologi Uwai Tuo Mannennungeng yang diperkenalkan oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Teknologi ini sangat sejalan dengan upaya kami dalam menjaga keandalan jaringan irigasi dan efisiensi air di Kabupaten Bone. Dengan telah dilegalkannya integrasi ini dalam Berita Acara Komisi Irigasi, kami siap mengintegrasikannya ke dalam program JIAT dan mereplikasinya di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan," ujar Kasdar.


Uwai Tuo Mannennungeng merupakan sistem irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi lahan secara real time. Teknologi tersebut diklaim dapat menghemat penggunaan air hingga 25 persen dan menjadi bagian dari program Smart Hydro Loop yang dikembangkan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas.


Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menjawab persoalan keterbatasan air di sektor pertanian. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah menjadi peluang agar teknologi itu dapat dimanfaatkan lebih luas.


"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas SDABK Kabupaten Bone. Uwai Tuo Mannennungeng adalah solusi tepat guna yang dapat mendukung program O&P jaringan irigasi yang sedang berjalan. Kami berharap teknologi ini dapat diadopsi dan diintegrasikan dengan kebijakan daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani," katanya.


Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABK Bone, Sutamin SSi MSi, menilai integrasi teknologi tersebut menjadi langkah penting dalam modernisasi sistem irigasi di Kabupaten Bone. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air.


"Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa teknologi yang digunakan dapat memberikan efisiensi maksimal bagi petani. Uwai Tuo Mannennungeng adalah salah satu solusi yang kami nilai sangat tepat untuk diterapkan," ucap Sutamin.


Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyebut masuknya teknologi tersebut ke dalam program strategis pemerintah daerah menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.


"Kami sangat bersyukur dan bangga karena teknologi yang dikembangkan oleh mahasiswa UKM KPI Unhas mendapat tempat di program strategis pemerintah daerah dan telah dilegalkan dalam Berita Acara Komisi Irigasi. Ini membuktikan bahwa inovasi mahasiswa mampu bersaing dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat. Kami berharap integrasi ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas lagi," tuturnya.


Program JIAT merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan air di sektor pertanian. Dengan masuknya teknologi Uwai Tuo Mannennungeng, pengelolaan jaringan irigasi di Kabupaten Bone diharapkan menjadi lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.


Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut juga diharapkan menjadi model sinergi pengembangan teknologi pertanian di Indonesia. Ke depan, Uwai Tuo Mannennungeng diproyeksikan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai solusi irigasi hemat air. [Rls]

Komentar

Tampilkan

  • Inovasi UKM KPI Unhas Masuk Program Strategis Irigasi Kabupaten Bone
  • 0

Terkini

Iklan