RAKYATSATU.COM, BONE - Desa Pasaka dan Desa Tunreng Tellue, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone dipisahkan oleh sungai yang sangat lebar dan dalam. Sehingga masyarakat kedua tersebut terkesan terisolir dan sangat kesulitan akses dalam memasarkan hasil panen mereka, khususnya warga Desa Pasaka yang harus memutar ke Kecamatan Mare apabila mau ke ibu kota Kecamatan Sibulue dan ke ibu kota Kabupaten Bone.
Pasalnya, tidak ada akses kendaraan roda empat/mobil yang bisa melewati sungai karena airnya dalam, sementara jembatan penghubung yang merupakan satu-satunya akses hanya bisa dikewati kendaraan roda dua/motor.
Sementara kondisi jembatan penghubung yang merupakan jembatan gantung itu sudah mulai mengkhawatirkan karena sudah banyak papan atau alas besinya yang karatan.
Kepala Desa Tunreng Tellue, Haryogis Susanto menuturkan bahwa masyarakat Desa Tunreng Tellue dan Desa Pasaka sudah lama merindukan adanya akses penghubung atau jembatan yang bisa dilewati kendaraan roda empat atau mobil.
Bahkan menurutnya, masyarakat Desa Pasaka terkesan terisolir dan sangat kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka sebab hanya satu akses itu pun sangat terbatas dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, yakni jembatan gantung.
"Sejak dahulu kala, masyarakat Desa Pasaka terisolir sebab sangat susah memasarkan hasil panen mereka dan bahkan harus memutar ke Kecamatan Mare apabila mau menggunakan mobil ke ibu kota Kecamatan Sibulue dan ibu kota Kabupaten Bone. Ini sungguh sangat memperlihatkan bagi kita," ujar Haryogis Susanto, Rabu (9/9/2026).
Hal senada dikemukakan Camat Sibulue, Sainal Abidin usai memantau jembatan gantung yang menghubungkan Desa Tunreng Tellue - Desa Pasaka. Bahkan menurutnya, alas besi papan gantung tersebut sudah mulaimi banyak karatan dan kondisinya sangat memperihatinkan.
"Untuk mengganti alas papan dari besi itu, masyarakat secara swadaya dan bergotongroyong memperbaiki alas tersebut. Semoga kondisi ini cepat teratasi sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat," harap Sainal Abidin.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bone, H. Askar menuturkan bahwa jembatan penghubung Desa Tunreng Tellue - Desa Pasaka sudah masuk data dan laporannya di pusat, di kedua kementerian yakni Kementerian PU dan Kementerian Kelautan.
"Semoga bisa secepatnya dikerjakan jembatan penghubung tersebut sebab sudah didealkan di dua kementerian yakni Kementerian PU dan Kementerian Kelautan, bersama di Kecamatan Cenrana. Mari kita berdoa semoga bisami dikerja paling lambat tahun depan 2027," pungkasnya. (Ikhlas/Rasul)