![]() |
| Salah satu Agen BRILink di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone. |
Bertahun-tahun, satu mesin ATM menjadi tumpuan warga Ulaweng untuk mengurus berbagai kebutuhan perbankan. Ketika antrean mengular, sebagian warga memilih menunggu giliran, sementara yang lain rela menuju kecamatan lain hanya untuk menarik uang tunai, mentransfer dana, atau menyelesaikan berbagai kebutuhan transaksi.
Kini, kebiasaan itu perlahan berubah. Kehadiran Agen BRILink yang telah menjangkau seluruh desa membuat masyarakat tak lagi bergantung pada satu mesin ATM. Beragam kebutuhan keuangan kini dapat diselesaikan lebih mudah, mulai dari tarik dan setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, hingga top up dompet digital tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Perubahan tersebut tak hanya terasa ketika warga membutuhkan layanan keuangan, tetapi juga hadir dalam denyut aktivitas sehari-hari di desa-desa. Salah satu potret itu tampak di Jalan Poros Leppangeng–Watampone, Desa Manurunge. Sejak pagi, satu demi satu sepeda motor berhenti di depan outlet Agen BRILink milik Firnawati. Warga datang membawa kartu ATM, buku tabungan, bahkan daftar tagihan yang harus dibayar hari itu. Ada yang menarik uang tunai, ada pula yang membayar tagihan sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
Di balik ramainya pelanggan yang datang silih berganti, Firman (33) nyaris tak memiliki waktu untuk beristirahat. Bunyi mesin EDC nyaris tak pernah berhenti saat ia bergantian menerima kartu ATM, buku tabungan, hingga uang tunai dari para pelanggan. Di sela kesibukan itu, ia tetap menyapa warga yang datang, sebagian besar merupakan pelanggan yang sudah dikenalnya.
Ritme itu telah dijalaninya hampir setiap hari sejak membuka Agen BRILink pada akhir Desember 2023. "Karena hanya satu ATM di sini dan letaknya cukup jauh, masyarakat akhirnya lebih memilih ke Agen BRILink," ujarnya saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Kesibukan melayani warga tidak membuat Firman berhenti mengenalkan layanan digital. Di sela-sela transaksi, ia juga mengajak nasabah memanfaatkan BRImo sebagai alternatif ketika berada di lokasi yang tidak memiliki Agen BRILink maupun kantor bank.
"Kalau di suatu tempat tidak ada Agen BRILink maupun bank, masyarakat bisa pakai BRImo selama jaringan internetnya bagus," katanya.
Bagi Firman, kelengkapan layanan saja belum cukup. Kepercayaan warga juga dibangun dari hal-hal sederhana, termasuk sikap ramah saat melayani setiap orang yang datang. "Intinya kalau ada yang datang, sikap ramah yang paling penting ditunjukkan," ujarnya.
Suasana yang tak jauh berbeda juga terlihat beberapa kilometer dari Desa Manurunge, tepatnya di Desa Pallawa Rukka. Di outlet milik Dilla, warga datang bergantian dengan beragam keperluan. Ada yang menarik uang tunai, membayar tagihan, hingga mengisi saldo dompet digital. Setelah urusan perbankan selesai, sebagian langsung beralih memilih kebutuhan rumah tangga di rak-rak toko yang memenuhi sisi ruangan.
Pemandangan tersebut telah menjadi bagian dari keseharian Dilla sejak bergabung sebagai Agen BRILink pada Juli 2024. Dari balik meja kasir, ia melihat cara warga memanfaatkan layanan perbankan perlahan berubah. Jika sebelumnya mayoritas datang untuk menarik uang tunai, kini top up dompet digital untuk kebutuhan belanja daring juga menjadi salah satu layanan yang paling sering dimanfaatkan.
"Paling sering top up GoPay karena biasanya dipakai belanja online. Lebih praktis," ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak warga memilih bertransaksi melalui Agen BRILink meski mesin ATM hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari desanya. "Katanya kalau ke ATM sering ramai, jadi mereka lebih memilih ke agen," katanya.
Zulkifli (37) termasuk warga yang merasakan perubahan itu secara langsung. Kini ia tak lagi harus bergantung pada ATM ataupun kantor bank untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan.
"Saya pernah merasakan waktu agennya masih sedikit. Mau tidak mau harus ke bank di Tacipi, itu pun kalau pagi biasanya ramai," ujarnya.
Zulkifli bukan satu-satunya yang merasakan perubahan itu. Di Kecamatan Ulaweng, semakin banyak warga yang kini mengandalkan Agen BRILink untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan. Kehadiran jaringan agen hingga tingkat desa membuat akses keuangan tidak lagi bergantung pada kantor cabang maupun mesin ATM, sekaligus mendorong masyarakat semakin akrab dengan layanan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto, mengatakan Agen BRILink merupakan salah satu strategi BRI untuk memperluas inklusi keuangan dengan menghadirkan layanan perbankan lebih dekat kepada masyarakat, terutama di wilayah yang belum memiliki kantor cabang.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan Agen BRILink untuk berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari tarik dan setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, top up dompet elektronik, hingga investasi emas tanpa harus datang ke kantor bank.
"Agen BRILink adalah perpanjangan tangan kami di daerah. Ini upaya kami untuk memperluas akses di tempat-tempat yang tidak ada kantor konvensionalnya," ujarnya.
Bagi warga Ulaweng, kehadiran Agen BRILink bukan lagi sekadar menambah titik layanan perbankan. Jaringan yang kini menjangkau seluruh desa mengubah kebiasaan lama yang identik dengan antrean di satu mesin ATM menjadi akses layanan keuangan yang lebih dekat dan cepat. (Amin Rais)
