![]() |
| Pedagang Pasar Sentral Malino yang memanfaatkan QRIS. |
RAKYATSATU.COM, GOWA - Di tengah udara sejuk pegunungan Malino, perubahan perlahan mulai terasa di Pasar Sentral Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jika dulu transaksi jual beli identik dengan uang tunai dan suara gemerincing kembalian, kini pemandangan berbeda mulai menghiasi lapak-lapak pedagang.
Lembaran barcode QRIS terpajang di sejumlah kios sebagai alternatif pembayaran bagi pembeli. Transformasi digital yang merambah berbagai sektor kini turut menyentuh pasar tradisional, menjadikan transaksi lebih cepat, praktis, dan tanpa uang tunai.
Pasar Sentral Malino yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Tinggimoncong, menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Tak hanya melayani warga Malino, pasar ini juga menjadi tujuan belanja masyarakat dari Tombolo Pao dan Parigi.
Di pasar tersebut, berbagai kebutuhan sehari-hari tersedia. Mulai dari bahan pokok, sayuran segar, hingga aneka oleh-oleh khas Malino seperti markisa, tengteng, dan stroberi yang banyak diburu wisatawan.
Di antara deretan pedagang yang mulai beradaptasi dengan transaksi digital adalah Muhaimin. Pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Sentral Malino itu mengaku penggunaan QRIS menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari seiring perubahan perilaku pelanggan.
“Sering ditanya, bisa ji pakai QRIS? Sayangnya kalau tidak bisa, dia (pelanggan) biasa beralih ke lapak lain,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Sebagai nasabah BRI, Muhaimin memanfaatkan QRIS yang tersedia melalui aplikasi BRImo. Keputusan itu diambil setelah melihat semakin banyak pelanggan yang menginginkan pembayaran digital.
Sebelumnya, ia memang menerima pembayaran melalui transfer bank. Namun tidak sedikit pelanggan yang mengeluhkan biaya administrasi saat melakukan transfer antarbank.
Karena itu, pada awal 2025 ia mulai memasang QRIS BRI di lapaknya. Hasilnya cukup signifikan. Kini, volume transaksi melalui QRIS hampir menyamai transaksi tunai.
“Paling banyak wisatawan yang mau beli oleh-oleh itu pakainya QRIS,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Daeng Gassing. Pedagang yang juga berjualan di Pasar Sentral Malino itu mengaku baru beberapa waktu terakhir menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran.
Awalnya, ia lebih nyaman mengandalkan transaksi tunai karena belum memahami cara kerja pembayaran digital.
“Karena saya tidak tahu, maunya uang tunai saja,” tuturnya.
Namun seiring meningkatnya jumlah pembeli yang ingin bertransaksi secara non tunai, termasuk wisatawan yang datang ke Malino, Daeng Gassing mulai belajar memanfaatkan teknologi tersebut.
Ia pun meminta bantuan anaknya untuk mengajarkan penggunaan aplikasi BRImo dan pemasangan QRIS.
“Saya diminta anakku download dulu BRImo karena saya nasabah BRI. Di sana itu ada QRIS-nya yang bisa dipasang nanti,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan QRIS ternyata jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Dukungan jaringan internet yang semakin stabil di kawasan Malino turut membantu kelancaran transaksi digital di pasar.
“Sekarang jaringan di sini lancar, jadi kalau bayar pakai QRIS sudah bisa. Pedagang lain juga begitu,” katanya.
QRIS sendiri merupakan standar kode QR nasional yang diluncurkan Bank Indonesia untuk mempermudah transaksi non tunai. Melalui satu kode pembayaran, masyarakat dapat bertransaksi menggunakan berbagai aplikasi pembayaran digital yang terhubung.
Bagi nasabah BRI, layanan QRIS dapat diakses melalui aplikasi BRImo. Selain QRIS, merchant juga dapat memanfaatkan Electronic Data Capture (EDC), yakni perangkat pembayaran non tunai yang mampu memproses transaksi kartu debit, kartu kredit, uang elektronik hingga QRIS secara cepat dan real-time.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto mengatakan, BRImo tidak hanya menawarkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga memberikan keamanan bagi pengguna.
“Jadi ini yang kita dorong ke masyarakat untuk cashless. Karena memang salah satu tugas kita di inklusi itu kan bagaimana meminimalisir atau menekan penggunaan uang tunai,” ujarnya.
Menurut Iwan, BRI terus mendorong literasi dan inklusi keuangan digital melalui berbagai upaya edukasi kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Selain mengajak nasabah memanfaatkan BRImo, BRI juga mendorong merchant untuk memasang QRIS sebagai alternatif pembayaran yang lebih praktis.
“Kami minta mereka pasang QRIS di situ sambil ada upaya edukasi,” tutup dia. (Amin Rais)
