![]() |
| Potret QRIS BRI di kopi Noka di Pangkep. |
RAKYATSATU.COM, PANGKEP - Di Jalan Poros Makassar–Parepare, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dua gerai kopi berdiri saling berhadapan. Satu adalah Kopi Komar yang telah lebih dulu dikenal di Makassar. Di seberangnya berdiri Kopi Noka, yang juga memiliki nama di kalangan penikmat kopi di Maros. Meski menawarkan racikan kopi yang berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan, yakni mayoritas pelanggan kini memilih membayar menggunakan QRIS BRI
Kedua gerai sama-sama mengusung konsep takeaway. Tanpa menyediakan meja dan kursi, pelanggan datang untuk memesan kopi, menyelesaikan pembayaran, lalu kembali melanjutkan aktivitas. Konsep sederhana itu justru menjadi daya tarik bagi masyarakat yang melintas di jalur poros Makassar–Parepare.
Perubahan kebiasaan bertransaksi tampak jelas di meja kasir kedua gerai tersebut. Jika sebelumnya pembayaran lebih banyak dilakukan menggunakan uang tunai, kini pelanggan lebih sering mengeluarkan telepon genggam untuk memindai QRIS. Cara ini dinilai lebih praktis karena transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Bagi Akhiruddin (37), pelanggan Kopi Komar, QRIS menjadi pilihan karena mempermudah aktivitasnya sebelum berangkat bekerja. "Kalau pagi saya sering mampir sebelum berangkat kerja. Bayar pakai QRIS lebih cepat, tidak perlu cari uang pas. Setelah transaksi selesai, saya langsung lanjut perjalanan," ujarnya.
Hal serupa dikatakan Mita (30), pelanggan Kopi Noka. Menurutnya, pembayaran digital tidak hanya membuat transaksi lebih praktis, tetapi juga membantu mengontrol pengeluaran karena seluruh pembayaran langsung tercatat di aplikasi.
"Saya lebih sering pakai QRIS karena semua transaksi langsung tercatat di aplikasi. Jadi lebih mudah memantau pengeluaran sehari-hari," katanya.
Kebiasaan baru pelanggan itu turut dirasakan para pelaku usaha.
Kopi Komar baru membuka cabang di Pangkep sekitar dua bulan lalu. Meski tergolong baru, gerai tersebut sudah ramai didatangi pelanggan.
Pegawai Kopi Komar, Andi, mengatakan antusiasme pelanggan sudah terlihat sejak cabang tersebut dibuka sekitar dua bulan lalu. Menurutnya, banyak pembeli datang karena sebelumnya telah mengenal Kopi Komar di Makassar.
"Alhamdulillah, walaupun baru buka sekitar dua bulan, pelanggan sudah ramai. Banyak yang memang sudah pernah coba Kopi Komar di Makassar, jadi begitu buka cabang di Pangkep mereka langsung datang," ujarnya.
Ramainya pelanggan turut diikuti perubahan pola pembayaran. Andi menyebut sekitar 90 persen transaksi di Kopi Komar kini dilakukan menggunakan QRIS BRI.
"Dari awal kami langsung pakai QRIS BRI karena sekarang memang banyak pelanggan yang lebih memilih transaksi non-tunai," katanya
Ia mengaku penggunaan QRIS membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, terutama saat gerai sedang ramai.
"Sekarang lebih gampang, pelanggan tinggal scan, selesai. Pembayaran juga langsung tercatat, jadi saat tutup toko lebih mudah menghitung penjualan," ujarnya.
Di seberang jalan, kondisi serupa juga terlihat di Kopi Noka. Gerai yang merupakan cabang dari merek kopi asal Maros itu tetap ramai didatangi pelanggan meski hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang.
Pegawai Kopi Noka, Ahmad, mengatakan sekitar 82 persen pelanggan kini menggunakan QRIS BRI sebagai metode pembayaran.
"Sekarang sekitar 82 persen pelanggan bayar pakai QRIS BRI. Tinggal scan barcode, transaksi selesai. Yang bayar tunai sudah semakin sedikit," katanya.
Menurut Ahmad, pembayaran digital membuat proses pelayanan di kasir berlangsung lebih cepat. "Kami juga lebih mudah karena transaksi langsung tercatat. Pelanggan tidak perlu menunggu uang kembalian, jadi antrean bisa lebih cepat," ujarnya.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto, mengatakan penggunaan BRImo dan QRIS merupakan bagian dari upaya BRI mendorong masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara non-tunai.
"Yang kami dorong adalah masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara cashless. Salah satu tujuannya tentu mengurangi penggunaan uang tunai dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya
Iwan mengatakan BRI juga terus mengedukasi pelaku UMKM agar menyediakan QRIS sebagai alternatif pembayaran bagi pelanggan.
"Kami juga mengajak merchant memasang QRIS sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk bertransaksi secara non-tunai," tutupnya. (Amin Rais)

