Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur saat mengukuhkan pengurus Satgas Anti Narkoba Desa Mattirotasi
RAKYATSATU.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Pembentukan satgas itu diharapkan menjadi model pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga tingkat desa.
Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur mengukuhkan langsung pengurus Satgas Anti Narkoba Desa Mattirotasi saat membuka rangkaian peringatan HANI di kantor desa setempat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Menurut Muetazim, pembentukan satgas menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika yang dinilai mulai mengancam wilayah pedesaan.
"Kita tahu isu narkoba menjadi salah satu program Asta Cita Presiden yang harus diimplementasikan sampai ke desa-desa. Karena itu pembentukan Satgas Anti Narkoba di Desa Mattirotasi patut menjadi contoh bagi desa lain," katanya.
Ia mengatakan masyarakat perlu dibekali pemahaman mengenai bahaya narkotika agar mampu melindungi lingkungan dan keluarganya dari peredaran gelap narkoba.
Muetazim juga mengapresiasi konsistensi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros dan Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros yang selama ini aktif melakukan edukasi kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi Granat dan Ikanara yang konsisten melakukan upaya pencegahan dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Desa Mattirotasi atas dukungannya terhadap kegiatan ini," ujarnya.
Peringatan HANI 2026 di Maros berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, dengan pusat kegiatan di Desa Mattirotasi dan kawasan Car Free Day (CFD) Maros. Sejumlah kegiatan digelar, antara lain sosialisasi bahaya narkoba, deklarasi masyarakat melawan narkoba, pawai anti narkoba, serta edukasi kepada warga.
Ketua Ikanara Maros, Aprisal, mengatakan pihaknya sengaja menjadikan desa sebagai pusat kegiatan karena kawasan pedesaan harus menjadi benteng terakhir dalam mencegah peredaran narkotika.
"Luar biasa masyarakat Mattirotasi yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Setiap tahun kami memang memilih desa sebagai lokasi peringatan HANI agar upaya pencegahan bisa menjangkau masyarakat secara langsung," katanya.
Menurut Aprisal, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba masih menjadi tantangan utama. Karena itu, edukasi mengenai ciri-ciri penyalahgunaan narkotika dinilai penting agar keluarga dapat melakukan pencegahan sejak dini.
Ia menambahkan, Granat dan Ikanara akan melanjutkan program pembinaan di Desa Mattirotasi, termasuk pendampingan Satgas Anti Narkoba yang baru dibentuk serta pelaksanaan karantina Duta Anti Narkoba tahun ini.
Sementara itu, Kepala Desa Mattirotasi, Alimuddin Karim, mengatakan wilayahnya dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Menurut dia, pembentukan Satgas Anti Narkoba menjadi awal penguatan gerakan masyarakat untuk mencegah peredaran narkotika di tingkat desa.
"Kami menyadari persoalan narkoba merupakan ancaman serius. Karena itu pencegahan akan menjadi salah satu program prioritas pemerintah desa ke depan," katanya. (Ikhlas/Arul)