![]() |
| Kurir lokal Soppeng, Sulkifli saat melakukan transkasi pembayaran transfer atas pesanan menggunakan BRImo/ Foto : Ichsan Machmud |
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Ponsel milik Sulkifli hampir tak pernah lepas dari genggamannya. Setiap kali ada notifikasi masuk, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kurir lokal di Kabupaten Soppeng itu langsung mengecek pesan pelanggan yang membutuhkan jasanya, Rabu, 24 Juni 2026.
Di tengah aktivitasnya mengantar berbagai pesanan, mulai dari makanan, hingga barang kebutuhan sehari-hari, Sulkifli mengaku kini lebih banyak mengandalkan transaksi digital. Hampir seluruh pembayaran yang diterimanya dilakukan melalui BRImo.
Bagi Sulkifli, penggunaan BRImo bukan hanya memudahkan proses pembayaran, tetapi juga membuat pekerjaannya lebih efisien. Ia tidak lagi harus menyiapkan uang kembalian atau khawatir membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bekerja.
"Hampir semua transaksi sekarang lewat BRImo. Pelanggan pesan lewat telepon atau chat, lalu pembayarannya transfer," kata Sulkifli.
Setelah menerima bukti transfer dari pelanggan, Sulkifli biasanya langsung membuka aplikasi BRImo untuk memastikan dana telah masuk ke rekeningnya. Proses pengecekan yang cepat membuat layanan kepada pelanggan bisa berjalan lebih lancar.
Menurutnya, kemudahan tersebut sangat membantu karena dalam sehari ia bisa menerima pesanan dari berbagai lokasi yang berbeda. Rata-rata Sulkifli mampu menyelesaikan lebih dari 20 orderan setiap hari, mulai dari mengantar makanan, membeli kebutuhan rumah tangga, hingga mengambil dokumen atau barang titipan pelanggan.
Dengan tarif jasa pengantaran sekitar Rp10 ribu per orderan, Sulkifli dapat memperoleh pendapatan ratusan ribu rupiah setiap harinya. Banyaknya pesanan membuat efisiensi transaksi menjadi hal yang sangat penting dalam pekerjaannya.
"Dalam sehari bisa lebih dari 20 orderan. Kalau pembayarannya sudah langsung masuk lewat BRImo, kami tidak perlu lagi menunggu pelanggan menyiapkan uang tunai atau mencari uang kembalian," ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Faisal, sesama kurir lokal di Soppeng. Ia mengaku penggunaan BRImo sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-harinya saat melayani pelanggan.
"Kalau dapat orderan, biasanya pelanggan langsung transfer. Jadi lebih cepat dan praktis," ujar Faisal.
"Apalagi dengan pelanggan tetap. Biasanya saya antar orderan sampai depan pintu rumah, lalu tinggal. Karena pembayaran orderan langsung di transfer bersama dengan ongkos kirimnya," tambahnya.
Tidak hanya menerima transfer antar rekening, Faisal juga mulai memanfaatkan pembayaran menggunakan QRIS BRImo. Sejumlah pelanggan memilih melakukan pembayaran dengan cara memindai kode QR karena dianggap lebih mudah.
"Banyak pelanggan sekarang maunya non-tunai. Ada yang transfer, ada juga yang bayar pakai QRIS," katanya.
![]() |
| Kurir lokal Soppeng, Sulkifli saat melakukan pengantaran orderan warga/ Foto : Ichsan Machmud |
Senada yang dikatakan, Riska, penjaga warung kopi AR di Soppeng. Jika ada pesanan dari kurir, sudah sangat jarang ditemukan melakukan pembayran secara cash.
"Biasanya langsung pindai QRIS BRI dan memasukkan nominal pembayaran," katanya
Kemudahan transaksi digital melalui BRImo juga dirasakan langsung oleh pelanggan jasa kurir. Salah satunya, Ibu Rezki, warga Kecamatan Lalabata, yang mengaku lebih nyaman menggunakan transfer saat memesan jasa kurir lokal.
Menurutnya, sistem pembayaran non-tunai membuat proses pemesanan menjadi lebih praktis karena tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai atau menunggu kurir datang untuk melakukan pembayaran.
"Kalau saya pesan makanan atau titip beli kebutuhan rumah, biasanya langsung transfer lewat BRImo. Jadi begitu barang sampai, urusannya sudah selesai karena pembayarannya sudah dilakukan dari awal," ujarnya.
Dia menilai metode pembayaran digital juga memberikan rasa aman karena seluruh transaksi tercatat dengan jelas. Ia dapat langsung melihat bukti transfer yang tersimpan di aplikasi tanpa khawatir terjadi kesalahan pembayaran.
![]() |
| Transaksi via BRImo yang dilakukan ibu Rezki saat membayar orderan kepada kurir lokal/ Foto : Ichsan Machmud |
"Kadang saya sedang bekerja atau tidak berada di rumah. Dengan transfer, kurir bisa langsung mengantar pesanan ke rumah tanpa harus menunggu saya datang untuk membayar," katanya.
Fenomena tersebut menunjukkan perubahan kebiasaan transaksi masyarakat di Kabupaten Soppeng. Jika sebelumnya pembayaran jasa kurir identik dengan uang tunai, kini transaksi digital semakin banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Menariknya, perkembangan layanan kurir lokal di Soppeng tumbuh dengan karakter yang berbeda dibandingkan kota-kota besar. Hingga saat ini, masyarakat Soppeng belum dilayani oleh platform kurir konvensional seperti Gojek, Grab, Maxim maupun layanan serupa.
Sebagai gantinya, layanan kurir lokal berkembang melalui jaringan komunitas, rekomendasi pelanggan, serta komunikasi melalui telepon dan aplikasi pesan singkat. Hubungan yang terjalin langsung antara pelanggan dan kurir membuat layanan ini tetap diminati masyarakat.
Di tengah pola layanan yang masih mengandalkan jaringan komunitas tersebut, kehadiran BRImo menjadi salah satu pendukung penting dalam memperlancar transaksi antara pelanggan dan kurir.
Dengan proses transfer yang cepat serta kemudahan pembayaran melalui QRIS, para kurir dapat menerima pembayaran tanpa harus bertemu langsung dengan pelanggan. Hal ini membuat proses pemesanan hingga pembayaran menjadi lebih praktis.
Bagi kurir, BRImo tidak hanya menjadi aplikasi perbankan, tetapi juga alat yang membantu mereka menjalankan pekerjaan setiap hari. Mulai dari menerima pembayaran, mengecek transaksi, hingga memastikan pesanan pelanggan dapat diproses dengan cepat.
BRImo hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi keuangan secara aman dan praktis, termasuk bagi pelaku usaha maupun pekerja sektor informal seperti kurir lokal.
Transformasi digital yang dilakukan BRI bertujuan menghadirkan layanan keuangan yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
BRImo tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga solusi keuangan yang membantu aktivitas ekonomi masyarakat agar berjalan lebih efektif, cepat, dan aman.
BRI juga terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui berbagai fitur yang tersedia di BRImo, termasuk transfer antar rekening dan pembayaran menggunakan QRIS. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan digital hingga ke berbagai daerah.
Di tengah berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Soppeng, kehadiran BRImo pun memberi kemudahan tersendiri bagi para kurir lokal. Dari menerima pesanan, memastikan pembayaran pelanggan, hingga menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik, semua kini dapat dilakukan hanya melalui satu aplikasi di genggaman. [Ichsan Machmud]


