Iklan

Iklan

Teror Anjing Rabies di Maros, Pemerintah Turunkan 1.000 Dosis Vaksin

11 Mei 2026, 1:42 PM WIB Last Updated 2026-05-11T05:42:30Z
Bupati Maros Chaidir Syam saat melakukan Vaksin rabies milik Warga




Status Darurat Rabies Ditetapkan di Camba


RAKYATSATU.COM, MAROS - Sebanyak 1.000 ekor anjing di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, akan menjalani vaksinasi rabies menyusul kasus gigitan anjing positif rabies yang menyerang delapan warga setempat.


Tahap awal vaksinasi dimulai dengan penyuntikan 500 dosis vaksin rabies kepada populasi anjing di sejumlah desa terdampak, yakni Desa Cenrana, Sawaru, Timpuseng, dan Pattiro Deceng, Sabtu (9/5/2026).


Puluhan petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama tim Balai Besar Veteriner (BBV) Maros diterjunkan langsung ke lokasi untuk mempercepat penanganan dan mencegah penyebaran virus rabies.


Sejak pagi, warga tampak mendatangi titik vaksinasi sambil membawa anjing peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksin.


BBV Maros Pastikan Anjing Penyerang Positif Rabies


Kepala BBV Maros, Agustia, mengatakan hasil pengujian laboratorium terhadap anjing yang menyerang warga menunjukkan hasil positif rabies.


“Berdasarkan kejadian yang ada ini, kami sudah melakukan pengujian terhadap anjing yang diamankan oleh masyarakat dan hasilnya positif,” ujarnya.


Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut langsung disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Kesehatan kurang dari 24 jam setelah pengujian selesai dilakukan.


Ia menegaskan, keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.


Tiga Kecamatan Masuk Zona Terancam Rabies


BBV Maros menetapkan radius tiga kecamatan sebagai wilayah rawan penyebaran rabies, yakni Kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa.


Meski demikian, titik utama penyebaran berada di Kecamatan Camba.


“Nah, anjing yang sudah pernah menggigit tersebut, kami membuat radius sampai dengan tiga kecamatan itu daerah yang terancam. Tapi titik utamanya itu ada di Camba,” jelas Agustia.


Kementerian Pertanian sendiri menyiapkan total 1.000 dosis vaksin rabies untuk wilayah terdampak. Sebanyak 500 dosis dialokasikan lebih dulu untuk Kecamatan Camba berdasarkan estimasi populasi anjing di lokasi tersebut.


“Kami menyediakan 500 dosis berdasarkan perkiraan saat ini jumlah populasi anjing di lokasi Camba ini adalah 500 ekor,” katanya.


Satu Kasus Rabies Sudah Masuk Kategori KLB


Agustia menegaskan, satu kasus rabies yang terkonfirmasi saja sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) karena berisiko mengancam keselamatan jiwa manusia.


“Kalau untuk rabies, satu pun itu sudah termasuk kategori KLB. Karena itu akan berisiko terhadap nyawa manusia,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan kemungkinan besar anjing rabies tersebut telah menggigit anjing lain sebelum akhirnya diamankan warga.


“Sangat mungkin. Maka kami harapkan kerja sama warga semua mau membawa anjingnya untuk divaksin karena anjing yang satu kemarin kemungkinan besar akan menggigit anjing-anjing yang lain,” ujarnya.


Warga Diminta Waspada dan Kenali Gejala Rabies


Masyarakat diimbau segera melakukan penanganan awal jika mengalami gigitan anjing yang dicurigai rabies.


“Kalau digigit anjing rabies, tidak perlu panik. Lakukan pencucian dengan air bersih kemudian dengan sabun selama 15 menit, baru bergerak ke puskesmas setempat,” katanya.


Agustia menjelaskan virus rabies dapat bergerak menuju otak dengan kecepatan sekitar 4 mikron per jam sehingga penanganan cepat sangat penting.


Bupati Maros: Delapan Korban Sudah Ditangani


Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan kasus bermula ketika seekor anjing menyerang warga secara beruntun di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba.


“Awalnya diidentifikasi bahwa dia anjing gila karena secara berturut-turut langsung menyerang warga di Camba. Sudah ada delapan korban gigitan,” ujarnya.


Setelah menerima laporan, Camat Camba langsung diperintahkan memburu anjing tersebut hingga akhirnya berhasil diamankan dan diperiksa di BBV Maros.


“Hasil pemeriksaan ternyata positif rabies. Inilah yang akhirnya membuat Kecamatan Camba masuk kategori kecamatan yang emergency untuk rabies,” jelasnya.


Chaidir memastikan seluruh korban gigitan saat ini telah mendapatkan penanganan medis. (Ikhlas/arul) 

Komentar

Tampilkan

  • Teror Anjing Rabies di Maros, Pemerintah Turunkan 1.000 Dosis Vaksin
  • 0

Terkini

Iklan