Iklan

Iklan

Nyaris Tak Pernah Tutup, Agen BRILink Pasutri Ini Jadi Andalan Pedagang Pasar

10 Mei 2026, 10:05 PM WIB Last Updated 2026-05-11T23:19:01Z
Agen BRILink "Abdullah Salama HS".


RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Namanya H. Salama dan Hj. Nadirah. Usianya tak muda lagi. Pasangan suami-istri ini bahkan hampir memasuki kepala enam. Namun semangat keduanya melayani masyarakat justru tak pernah surut.

Di sebuah ruangan sederhana berukuran 3 x 3 meter di Komplek Pasar Niaga Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, keduanya menjalankan Agen BRILink milik mereka yang diberi nama “Abdullah Salama HS”.

Dinding bercat biru langit membatasi ruang kecil yang menyatu dengan rumah panggung setengah batu milik keluarga itu. Dari tempat sederhana inilah, H. Salama dan Hj. Nadirah melayani kebutuhan transaksi para pedagang dan pengunjung pasar setiap hari.

Suasana pasar yang nyaris tak pernah tidur membuat aktivitas di Agen BRILink tersebut ikut berjalan hampir 24 jam. Bau khas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Niaga Daya bahkan sudah menjadi bagian dari keseharian mereka karena lokasi rumah sekaligus kantor agen itu berdampingan langsung dengan area pelelangan ikan.

Sejak dini hari sebelum waktu Subuh, para pedagang ikan dari berbagai daerah sudah mulai membongkar hasil tangkapan mereka untuk dilelang. Aktivitas pedagang sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya pun berlangsung sejak pagi hingga malam.

Di tengah denyut ekonomi pasar itulah Agen BRILink Abdullah Salama hadir menjadi solusi transaksi keuangan masyarakat sekitar. “Biasa saya baru mau istirahat ada lagi yang ketuk pintu, sehingga saya harus buka 24 jam,” ungkap Hj. Nadirah.

Hj. Nadirah menyebut, Agen BRILink miliknya mulai beroperasi sejak 2016, bertepatan dengan peluncuran program Laku Pandai oleh BRI dalam mendukung keuangan inklusif masyarakat.

Ia mengaku, pada awal merintis usahanya kondisi rumah mereka jauh lebih sederhana. Bahkan belum ada sekat yang memisahkan ruang tamu dan dapur.

“Awalnya tidak seperti ini. Tak ada sekat yang memisahkan ruang tamu dan dapur. Tapi Alhamdulillah, seiring waktu saya bisa merenovasi rumah sekaligus membuat kantor sendiri meskipun hanya berukuran kecil,” tuturnya.

Perjalanan usaha itu pun terus berkembang. Jika pada awalnya transaksi hanya belasan orang per hari, kini jumlahnya meningkat hingga ratusan transaksi setiap bulan.

Menariknya, Agen BRILink tersebut dijalankan tanpa karyawan. Hj. Nadirah dan suaminya membagi waktu secara bergantian untuk melayani nasabah.

Kadang Hj. Nadirah bertugas sejak pagi hingga sore, sementara H. Salama yang juga bekerja sebagai pengawas di TPI Daya mengambil giliran pada malam hari. Sesekali, anak-anak mereka turut membantu ketika sedang tidak kuliah.

“Kadang saya mulai pagi, dan bapak sore hingga malam. Kadang juga dibantu anak saya, tapi mereka masih kuliah,” ujarnya.

Di tempatnya, mayoritas nasabah yang ia layani melakukan transaksi dengan tarik tunai, setor tunai, beli pulsa, transfer, hingga pembayaran cicilan. Namun, Hj. Nadirah juga melayani referral atau rekomendasi permohonan kredit mikro serta asuransi mikro bila ada nasabah yang berminat. “Biasa ada juga yang mengajukan, tapi keputusannya tetap diajukan ke BRI Unit Daya,” tuturnya.

Dia menuturkan, Agen BRILink ini sangat memberikan manfaat. Bukan hanya kepada keluarga dan ketiga anaknya yang bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, tapi juga masyarakat sekitar – penjual ikan, sayur, kebutuhan pokok, dan pengunjung yang ada di Pasar Niaga Daya.

Selain menambah pendapatan keluarganya, Hj. Nadirah juga mengaku memperoleh banyak pengetahuan tentang literasi keuangan dari BRI terutama kepada ketiga putra-putrinya. Bank pelat merah tersebut memberikan pelatihan rutin kepada para Agen BRILink setiap tiga bulan sekali, termasuk mengenal program-program BRI. “Kami juga saling kenal sesama Agen BRILink karena ada pertemuan dan group WhatsApp,” tambahnya.

Bagi pedagang, kata dia, rata-rata mereka tak mau susah lagi untuk ke kantor BRI atau ATM untuk menarik uang cash atau transaksi lainnya. “Mereka lebih memilih ke sini karena hanya selangkah sudah bisa dilayani dan tak perlu antre, apalagi jika malam hari atau subuh,” ujarnya.

Adalah H. Baha, penjual ikan yang setiap hari mangkal di Pasar Niaga Daya. Dia mengaku sangat berterima kasih dan bersyukur karena kehadiran Agen BRILink tak membuat dia harus repot untuk menyetor tunai atau pun tarik tunai di ATM.

“Cukup melangkah ke sini, uang hasil penjualan ikan saya sudah bisa disetor atau jika ada keperluan mendadak untuk menarik, saya hanya memberi kode ke Ibu Haji sudah mengerti,” terang penjual ikan yang hampir separuh waktunya habis di pasar ini.

Hal sama juga diungkapkan Uci. Pria berusia 53 tahun ini yang membuka warung kopi (warkop) di komplek pasar mengaku hampir setiap hari saat usai menutup warung langsung setor tunai di Agen BRILink milik Hj. Nadirah.

“Daripada saya harus antre di BRI mending di sini saja. Saya juga bisa beli token listrik, bayar cicilan, bahkan transfer ke anak saya yang lagi kuliah di Pulau Jawa. Tarif administrasinya juga sangat kecil, apalagi sudah sangat kenal,” tuturnya.

Sementara Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto mengatakan, hingga Desember 2025, BRI Region 15 Makassar mencatat 71.255 agen BRILink yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon dengan jumlah transaksi sebesar 130 juta.

“Pertumbuhan agen BRILink hingga Desember 2025 mencatatkan tren positif,” ucapnya. (Amin Rais)
Komentar

Tampilkan

  • Nyaris Tak Pernah Tutup, Agen BRILink Pasutri Ini Jadi Andalan Pedagang Pasar
  • 0

Terkini

Iklan