Iklan

Iklan

Program PM-AAS Diperluas, Soppeng Mulai Terapkan Pertanian Modern

08 Mei 2026, 10:06 PM WIB Last Updated 2026-05-08T14:06:06Z


RAKYATSATU.COM, SOPPENG
- Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian RI mulai memperluas penerapan sistem pertanian modern di daerah. Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan tanam padi perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat, 8 Mei 2026.


Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan. Di hamparan sawah Apanang, para petani, penyuluh, dan pejabat pemerintah berkumpul menyaksikan dimulainya program yang disebut sebagai bagian dari transformasi pertanian modern di Kabupaten Soppeng.


Program PM-AAS diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani. Teknologi yang diperkenalkan mencakup penggunaan alat tanam modern, drone pertanian, hingga pola tanam berbasis sistem modern.


Bupati Soppeng Suwardi Haseng hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengatakan pelaksanaan tanam perdana itu bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perubahan sistem pertanian di daerah.


Menurut dia, petani selama ini menghadapi berbagai persoalan yang terus berulang. Mulai dari perubahan cuaca yang sulit diprediksi, harga hasil pertanian yang tidak stabil, kenaikan harga pupuk, hingga keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.


Karena itu, kata Suwardi, pemerintah mencoba menghadirkan pendekatan baru melalui modernisasi pertanian. Teknologi dinilai dapat membantu petani bekerja lebih efisien tanpa menghilangkan peran utama petani di lapangan.


“Teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi membantu pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasil panen semakin meningkat,” ujar Suwardi.


Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang mendapat program PM-AAS dari Kementerian Pertanian. Pada tahap awal tahun 2025, program tersebut baru diterapkan di lahan seluas lima hektar di Kecamatan Marioriawa.


Setelah melalui tahap uji coba, cakupan program diperluas pada 2026 menjadi 120 hektar. Dari jumlah itu, sekitar 100 hektar berada di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.


Suwardi berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap percobaan, tetapi dapat berkembang menjadi model pertanian baru di Kabupaten Soppeng. Ia meminta seluruh unsur, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah daerah, hingga masyarakat petani ikut terlibat mendukung keberlanjutan program.


“Kami berharap kawasan persawahan di Apanang ini dapat menjadi contoh pertanian modern yang nantinya diikuti daerah lain,” katanya.


Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Fadjry Jufri, mengatakan Kabupaten Soppeng termasuk daerah prioritas pengembangan pertanian modern di Sulawesi Selatan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.


Menurut Fadjry, pengembangan sistem pertanian modern mulai diperkenalkan setelah Kementerian Pertanian mempelajari penerapan teknologi pertanian di sejumlah negara maju. Dari hasil uji coba sebelumnya di Soppeng, produktivitas pertanian melalui program PM-AAS disebut mampu mencapai 10,4 ton per hektar.


Ia menjelaskan, di Sulawesi Selatan hanya ada empat daerah yang memperoleh program tersebut, yakni Kabupaten Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, dan Maros.


“Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ujarnya.


Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan benih padi varietas Inpari 48 dan Inpari 32 sebanyak 7,5 ton oleh Kepala Badan BRMP kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng. Selain itu, PT Pupuk Indonesia menyerahkan bantuan pupuk Petroganik kepada Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng.


Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, tenaga ahli menteri, unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Camat Liliriaja, unsur Tripika, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani.


Bagi pemerintah daerah, program PM-AAS tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan hasil panen. Lebih jauh, modernisasi pertanian diharapkan dapat menjadi jawaban atas tantangan sektor pertanian di tengah perubahan iklim, berkurangnya tenaga kerja, dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat. [Ikhlas/Yudha]

Komentar

Tampilkan

  • Program PM-AAS Diperluas, Soppeng Mulai Terapkan Pertanian Modern
  • 0

Terkini

Iklan