
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, saat melantik pengurus DMI Kabupaten Bone Masa Khidmat 2026–2031.
RAKYATSATU.COM, BONE - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, melantik Andi Akmal Pasluddin sebagai Ketua DMI Kabupaten Bone masa khidmat 2026–2031 bersama jajaran pengurus baru lainnya.
Pelantikan berlangsung di Aula La Teya Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Sabtu, 9 Mei 2026. Acara itu dihadiri perwakilan Danrem 141/TP, unsur Forkopimda, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Bone, Kementerian Haji dan Umrah Bone, tokoh agama, pimpinan organisasi Islam, akademisi, pengusaha, insan media, serta pengurus masjid dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Andi Akmal mengatakan amanah memimpin DMI Bone bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk pengabdian kepada umat dan masyarakat.
“Ini adalah pengabdian yang ikhlas. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menjalankan amanah ini,” kata Andi Akmal.
Wakil Bupati Bone itu menilai DMI merupakan organisasi yang diisi berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, Kementerian Agama, akademisi, tokoh agama, hingga organisasi Islam yang bersatu dalam semangat gotong royong.
Menurut dia, DMI Bone harus bergerak lebih maju sejalan dengan semangat “Bone Maberre” melalui penguatan organisasi yang mandiri, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, penguatan karakter, dan pemberdayaan sosial masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujarnya.
Andi Akmal menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
Ia mengatakan DMI Bone ke depan akan fokus membenahi kelembagaan, memperkuat sekretariat, serta menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan umat.
Salah satu program prioritas yang disiapkan ialah peningkatan kesejahteraan guru mengaji dan imam masjid melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait.
“Kami ingin DMI Bone menjadi model pengelolaan organisasi masjid yang terbaik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW DMI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program yang memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan peran masjid dalam pembangunan karakter masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara DMI dengan pemerintah daerah, cendekiawan, dan seluruh elemen umat dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan.
Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi DMI Bone untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menuju Bone yang religius, harmonis, dan berdaya saing. [Ikhlas /Sugi]