Dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi titik awal berkembangnya usaha karangan bunga (Matahari Florist) milik Fitri di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Bermula dari pinjaman Rp25 juta, kini usahanya mampu menjangkau tiga daerah sekaligus dan mempekerjakan sejumlah anak muda.
Fitri memulai usaha karangan bunga sejak tahun 2018, sebelum pandemi Covid-19. Saat itu ia memperoleh pinjaman modal Rp25 juta dari BRI untuk mendatangkan bahan baku bunga dari Medan dan Jakarta.
Tak butuh waktu lama, usahanya mendapat respons positif pasar karena belum banyak pesaing di wilayah Kabupaten Barru, Pangkep, dan Maros.
“Tiga bulan berjalan, usaha ini mulai berkembang karena belum ada saingan di daerah kami,” ujarnya.
Pada tahun kedua, Fitri memperluas usahanya dengan membuka toko di Makassar. Relasi yang dimiliki suaminya juga mendapat tempat di hati pelanggan.
Bagi Fitri, jika hanya mengandalkan satu unit kendaraan pick-up untuk melayani pelanggan di tiga daerah berbeda, maka itu akan sangat kesulitan, termasuk memberikan kepuasan kepada pelanggan untuk tetap sampai pesanan pada waktu yang dibutuhkan.
“Saya mencoba menutupi pinjaman dengan menambah modal KUR menjadi Rp50 juta. Alhamdulillah disetujui. Bahkan pada tahun kelima, BRI KCP Makassar Sentral memberi kepercayaan untuk menambah modal saya menjadi Rp500 juta, dan berjalan lancar hingga sekarang,” ujar Fitri.
Fitri berterima kasih kepada BRI. Selain tiga putranya yang saat ini sedang menjalani pendidikan, sebagian keuntungan usahanya digunakan untuk investasi dan bisa menyisihkan sebagian keuntungan untuk menunaikan ibadah umrah. “Saya berterima kasih karena KUR BRI sangat membantu dengan bunga yang sangat rendah, dan tidak membebani pengusaha UMKM seperti saya,” ucapnya.
![]() |
| Transportasi yang digunakan Fitri untuk mengantarkan karangan bunganya. |
Fitri tak menyebut jumlah omzet yang bisa dibukukan di tiga toko miliknya, tapi bagi dia cukup untuk bisa mempekerjakan anak-anak muda yang menganggur, bisa umrah dan investasi kecil-kecilan. “Alhamdulillah kita bisa syukuri semuanya,” tuturnya.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto mengatakan bahwa KUR secara konsisten disalurkan kepada UMKM yang produktif. Mereka juga tidak dibebankan pada agunan.
Kata dia, plafon KUR Mikro berada pada kisaran Rp10 juta hingga Rp100 juta, sedangkan KUR Kecil berkisar Rp100 juta hingga Rp500 juta.
Kemudahan penyaluran KUR itu menjadi bukti komitmen BRI terhadap pengembangan UMKM agar bisa naik kelas.
“Itu untuk plafon di bawah Rp100 juta. Kalau di atasnya itu butuh agunan,” ucapnya.
Diketahui, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 15 Makassar terus mendominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat di wilayah kerja Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.
Hingga akhir Desember 2025, total penyaluran KUR BRI Region 15 Makassar mencapai Rp16,859 triliun, dengan dominasi sektor mikro dan pertanian sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. (Amin Rais)
.jpeg)
