Iklan

Iklan

Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Panggung Budaya, Angkasa Pura Gandeng Pajaga Ada’

12 Mei 2026, 5:33 PM WIB Last Updated 2026-05-12T09:33:36Z
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, saat menyalurkan  bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’




RAKYATSATU.COM, MAROS – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’ dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Tunggu Keberangkatan Gate 5 bandara, Selasa (12/5/2026).


Program tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap sanggar seni, komunitas budaya, dan penggiat kebudayaan melalui Program InJourney Airport Community Upskilling for Aviation atau “Pojok Budaya” Tahun 2026 yang dilaksanakan serentak di lingkungan Angkasa Pura Indonesia.


Dalam kegiatan itu, Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada’ menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional Sulawesi Selatan di area terminal keberangkatan. Penampilan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan nuansa budaya lokal bagi para pengguna jasa bandara, baik penumpang domestik maupun mancanegara.


General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan identitas budaya daerah 
kepada masyarakat luas.


“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan bandara yang tidak hanya memberikan pelayanan transportasi, tetapi juga menghadirkan nilai budaya dan kearifan lokal. Kehadiran unsur budaya di lingkungan bandara diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hangat, berkarakter, dan berkesan bagi pengguna jasa bandara,” ujarnya.


Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus memberikan ruang bagi komunitas seni untuk terus berkarya dan memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan kepada 
masyarakat luas.


Selain menjadi ajang pertunjukan seni, kegiatan ini diharapkan mampu membuka ruang ekspresi bagi generasi muda agar terus menjaga tradisi dan nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.


Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, turut mengapresiasi pelaksanaan program budaya di lingkungan bandara tersebut. Menurutnya, kehadiran pertunjukan seni tradisional di area bandara menjadi langkah positif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.


“Kami mengapresiasi Bandara Sultan Hasanuddin yang menghadirkan ruang bagi pelestarian budaya daerah di lingkungan bandara. Kehadiran budaya lokal seperti ini tentu menjadi nilai tambah yang dapat memberikan pengalaman berbeda dan lebih berkesan bagi para pengguna jasa bandara,” katanya.


Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Sulawesi Selatan sekaligus mendukung promosi pariwisata daerah melalui sektor transportasi udara. (Ikhlas/arul) 
Komentar

Tampilkan

  • Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Panggung Budaya, Angkasa Pura Gandeng Pajaga Ada’
  • 0

Terkini

Iklan