Iklan

Iklan

Women’s Talk UIN Alauddin: Dorong Gerakan Perempuan dari Kampus Menuju Global

24 April 2026, 2:01 PM WIB Last Updated 2026-04-24T06:02:03Z
LP2M UIN Alauddin Makassar menggelar Women’s Talk Series 

RAKYATSATU. COM, MAKASSAR — Women’s Program Nasaruddin Umar Official (NUO) berkolaborasi dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Alauddin Makassar menggelar Women’s Talk Series dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi. Kegiatan ini berlangsung di Makassar, Kamis (24/4/2026).


Mengusung tema “Perguruan Tinggi sebagai Epicentrum Pengetahuan: Membentuk Gerakan Perempuan Lokal to Global”, forum ini menghadirkan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sebagai keynote speaker secara daring.
Dalam pemaparannya, Nasaruddin menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang transformasi yang melahirkan kesadaran kritis, termasuk dalam membentuk perempuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif teologis dan ekoteologis.


Ia juga menekankan bahwa perjuangan kesetaraan gender harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, keadilan bagi perempuan dan alam merupakan bagian dari nilai keadilan semesta.
“Gerakan perempuan tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus menjadi aksi nyata dari level kampus hingga berdampak global,” ujarnya.


Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, menyatakan kampus yang dipimpinnya telah menerapkan prinsip emansipasi perempuan dalam praktik kelembagaan. Hal ini terlihat dari sejarah kepemimpinan yang memberi ruang bagi perempuan, termasuk pernah dipimpin oleh rektor perempuan pertama di Sulawesi Selatan.
Direktur Women’s Program NUO, Andi Tenri Wuleng, mengapresiasi kolaborasi dengan PSGA. Ia menilai kegiatan ini memperkuat gerakan perempuan sekaligus menjadi langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus.


Ketua PSGA UIN Alauddin Makassar, Djuwariah Ahmad, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan kampus yang aman dari kekerasan seksual. PSGA, kata dia, telah menginisiasi berbagai program, termasuk gerakan zero tolerance terhadap kekerasan seksual.


Sementara itu, Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, A. Majdah M. Zain, menyoroti besarnya jumlah perempuan di Indonesia yang belum diimbangi kontribusi optimal di berbagai sektor.


Berdasarkan data BPS 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,7 juta jiwa dengan perempuan sekitar 49,6 persen. Namun, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan masih menjadi tantangan serius. Data SPHPN 2024 menunjukkan satu dari empat perempuan pernah mengalami kekerasan seksual.


Majdah menegaskan kampus harus menjadi ruang aman sekaligus pusat pembentukan kesadaran, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemberdayaan perempuan.(Ikhlas/ Amd)
Komentar

Tampilkan

  • Women’s Talk UIN Alauddin: Dorong Gerakan Perempuan dari Kampus Menuju Global
  • 0

Terkini

Iklan