Iklan

Iklan

Kemnaker Perkuat Link and Match, Industri Diminta Tak Lagi Mengeluh Soal SDM

30 April 2026, 10:16 AM WIB Last Updated 2026-04-30T02:16:51Z

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli




RAKYATSATU.COM, SERANG - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan pelatihan vokasi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini ialah memperkuat kesesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri atau link and match.


“Di antara tantangan kita saat ini adalah masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang berkualitas,” kata Yassierli saat meninjau Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Rabu, 29 April 2026.


Menurut dia, program pelatihan harus terus diperkuat agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Ia juga meminta para instruktur meningkatkan kualitas pembelajaran agar peserta lebih siap memasuki dunia kerja.


Serapan Kerja Capai 82 Persen


Dalam kunjungan tersebut, Yassierli menyebut tingkat serapan kerja lulusan pelatihan vokasi BBPVP Serang pada 2025 mencapai 82 persen. Menurut dia, capaian itu menunjukkan pelatihan yang diberikan telah cukup sesuai dengan kebutuhan industri.


Pemerintah berharap angka tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui penguatan kerja sama antara balai pelatihan dan sektor industri.


“Kami berharap alumni pelatihan di balai-balai Kemnaker semakin mampu memenuhi kebutuhan industri melalui penguatan link and match,” ujarnya.


Selain meninjau workshop pelatihan, Yassierli juga melihat langsung pelaksanaan walk in interview yang mempertemukan peserta pelatihan dengan perusahaan.


Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja setelah peserta menyelesaikan pelatihan.


Peserta Akui Dapat Pengalaman Baru


Dalam kesempatan itu, Yassierli juga berdialog dengan peserta pelatihan untuk mengetahui pengalaman mereka selama mengikuti program vokasi.


Salah seorang peserta pelatihan Workshop Elektro Mechanical Utility, Mohamad Adam Firdaus, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dibanding saat masih sekolah di SMK.


“Fasilitas di sini mendukung, instruktur juga sangat baik, dan materinya mudah dipahami. Bahkan, ada hal-hal yang belum saya pelajari saat di SMK,” kata Adam.


BBPVP Serang pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch I Tahun 2026 membuka tujuh kejuruan dengan total 18 program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.


Program tersebut meliputi Teknik Las, Teknik Listrik, Manufaktur, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bisnis dan Manajemen, Fashion Technology, serta Teknologi Pengolahan Agroindustri.


Rinciannya terdiri atas lima program Teknik Las, lima program Teknik Listrik, tiga program Manufaktur, dua program TIK, dua program Bisnis dan Manajemen, serta masing-masing satu program untuk Fashion Technology dan Teknologi Pengolahan Agroindustri. (Ikhlas)

Komentar

Tampilkan

  • Kemnaker Perkuat Link and Match, Industri Diminta Tak Lagi Mengeluh Soal SDM
  • 0

Terkini

Iklan