Pemerintah kabupaten maros menerima piala kemenangan MTQ Ke 34
RAKYATSATU.COM, MAROS – Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi ditutup pada Sabtu malam (18/04/2026).
Acara yang dipusatkan di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, ini berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga serta kafilah dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Momentum penuh haru dan bangga menyelimuti lokasi acara saat dewan hakim mengumumkan hasil akhir perlombaan. Kabupaten Maros, yang bertindak sebagai tuan rumah, sukses mengukir sejarah baru dengan keluar sebagai juara umum.
Prestasi gemilang ini berhasil mematahkan dominasi daerah lain yang biasanya merajai ajang pemuliaan ayat suci Al-Qur'an tersebut.
Bupati Maros, Chaidir Syam, tampak tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas putusan dewan hakim. Ia menyebut pencapaian ini sebagai kejutan yang luar biasa bagi seluruh masyarakat Maros.
“Alhamdulillah, awalnya target utama kita adalah sukses menjadi tuan rumah yang baik. Namun ternyata, kita juga diberikan bonus sukses dalam prestasi,” ujar Chaidir dengan senyum sumringah.
Kemenangan ini disambut sorak-sorai oleh para pendukung dan ofisial. Sejak awal kompetisi, kafilah Maros memang menunjukkan performa konsisten di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hifzil Qur'an, hingga pameran kaligrafi yang memukau tim juri.
Sebagai bentuk penghargaan, Bupati Maros yang kini memasuki periode kedua kepemimpinannya tersebut memastikan akan memberikan apresiasi khusus bagi para pejuang Al-Qur'an asal Maros yang telah mengharumkan nama daerah.
“Insya Allah, akan ada bonus bagi kafilah yang berprestasi,” lanjutnya menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pembinaan keagamaan.
Penutupan acara ditandai secara simbolis dengan penurunan bendera MTQ di bawah gemerlap cahaya lampu panggung yang megah di jantung kota Butta Salewangang. Suasana khidmat ini sekaligus menandai berakhirnya kompetisi yang telah berlangsung selama sepekan penuh.
Bagi Chaidir Syam, kemenangan ini bukan sekadar mengejar piala semata, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan di Kabupaten Maros berjalan dengan sangat baik dan berharap momentum ini menjadi titik balik bagi generasi muda Maros untuk semakin mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. (Ikhlas/Arul)