RAKYATSATU.COM, PANGKEP - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Balocci Kassi 001 di Kabupaten Pangkep lolos dari sanksi Badan Gizi Nasional (BGN), meskipun mengalami sejumlah persoalan dalam distribusi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi ini memunculkan anggapan tebang pilih, lantaran sejumlah SPPG lain diketahui langsung dihentikan operasionalnya saat mengalami keterlambatan distribusi atau ditemukan makanan tidak layak konsumsi.
Padahal, di SPPG Balocci Kassi 001, keterlambatan distribusi terjadi hingga lebih dari satu hari. Paket MBG yang seharusnya dibagikan pada Jumat, baru disalurkan ke siswa pada Sabtu.
Salah satu orang tua siswa, Rahma, mengaku kecewa atas pelayanan tersebut. Ia menyebut anak-anak bersama orang tua telah menunggu sejak sore hari tanpa kejelasan waktu pembagian.
“Kemarin dari jam 3 anak-anak menunggu sampai setengah 6. Setelah bunyi masjid baru ada pemberitahuan kalau dibagikan besok,” ujar Rahma, orang tua siswa di SDN 29 Tonasa 1.
Setelah penantian sehari, paket MBG akhirnya dibagikan sekitar pukul 11.00 WITA. Namun, masalah kembali muncul karena isi paket dinilai tidak lengkap.
Rahma menjelaskan paket yang diterima berisi roti abon, bolu marmer, dua butir telur, jeruk, apel, serta susu kemasan ukuran besar. Namun, salah satu komponen yang tercantum dalam daftar, yakni kacang, tidak disertakan.
“Sudah terlambat, isinya juga tidak lengkap. Di daftar ada kacang, tapi tidak ada di paket,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama Ramadan, kualitas makanan dalam program MBG kerap bermasalah. Mulai dari buah rambutan yang menghitam hingga telur yang dinilai tidak layak konsumsi.
“Selama Ramadan sering bermasalah. Pernah hitam rambutannya, busuk dan mentah telurnya. Tidak karuan,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Balocci Kassi 001, Zuraimah, menjelaskan keterlambatan terjadi akibat kendala pengadaan atau pengantaran salah satu menu, yakni susu ukuran satu liter yang termasuk dalam menu spesial Ramadan.
“Kami terkendala pada pengadaan atau pengantaran salah satu menu, yaitu susu satu liter,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan terkait penundaan distribusi melalui grup penanggung jawab sekolah (PIC), termasuk informasi jadwal pengambilan pada hari berikutnya.
“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan ke grup PIC sekolah dan juga informasi resmi bahwa pengambilan dilakukan esok hari,” tutupnya.
Sekadar diketahui, BGN telah menghentikan operasional dua SPPG di Pangkep, yakni Samalewa 1 dan Biraeng. Penghentian sementara operasional kedua SPPG ini disebut sebagai langkah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, pengawasan kualitas makanan, serta kesiapan operasional dalam pelaksanaan program MBG.
Selama proses evaluasi berlangsung, kedua SPPG untuk sementara waktu tidak diperbolehkan beroperasi hingga ada arahan lebih lanjut dari pihak terkait. (*)
