Ada saran dari seorang senior untuk melanjutkan pembahasan positive illusion, karena efek ilusi positif tidak berhenti pada hasil yang positif. Menurutnya, kapan tidak terkontrol, bisa berakibat negatif. Saya setuju dengan pendapat senior tersebut. Mari kita mengulasnya tentang potensi perubahan ilusi positif ke ilusi negatif.
Konon, seorang aktor lawas Hollywood, Clint Eastwood yang saat ini berusia 95 tahun, pernah ditanya tentang rahasia umur panjangnya. Dia menjawab: "Saat saya bangun pagi, saya tidak pernah membiarkan laki- laki tua memasuki diriku." Versi lain yang dari kata-kata Clint adalah yang sering kita dengar, "usia boleh tua, tapi jiwa masih muda." Ada lagi, "usia boleh Pepabri, tapi jiwa masih Akabri."
Menurut saya, slogan Clint dan slogan lain yang sejenis di atas adalah bagian dari ilusi positif, ilusi yang terkelola dengan baik, hayalan tentang sesuatu yang menggerakkan antusiasme, tidak mudah menyerah pada keadaan yang sebenarnya. Tidak terjebak pada kata- kata yang melucuti semangat, "tinggi kemauan, tapi nihil kemampuan."
Namun ilusi positif bisa secara pelan berubah menjadi negatif bila tidak terkontrol dengan baik. Tak terbayang bila usia setua Clint, karena membayangkan dirinya seperti anak muda, ikut menjadi peserta lari 10K. Tak terbayang seorang duda yang berusia 90 tahun karena meyakini dirinya sangat muda dan prima, memutuskan mempersunting gadis yang berusia 20 tahun.
Ilusi positif bila tidak terkontrol dalam batas tertentu, akan berubah menjadi "delusi," situasi kejiwaan yang mulai terganggu, sudah tidak bisa membedakan mana yang murni hayalan dan mana realitas. Delusi inilah yang menggerakkan seseorang berperilaku aneh di masyarakat; merasa dirinya mendapatkan wahyu. Atau mendeklarasikan dirinya sebagai nabi, atau mengklaim dirinya sebagai dukun sakti.
Jadi sebuah ilusi yang menjadi delusi, adalah ketika keyakinan palsu mengalami kristalisasi, menjadi pegangan yang susah dirubah. Hayalan yang sudah merusak sendi-sendi jiwa. Hayalan yang sudah digerakkan tanpa kendali untuk mengelabui kenyataan, sudah menjadi perilaku yang disebut "ada-ada saja". Yah, bila sudah berada dalam fase "perjuangan hidup," lalu anda masih meyakini bahwa diri anda masih "pandangan hidup," Itu adalah delusi. Karenanya, hati-hati-lah kawan!
(Ikhlas/ Amd)