Iklan

Iklan

Wharton School Kunjungi Pabrik Yamaha Indonesia, Pelajari Praktik Manufaktur Global Skala Dunia

11 Februari 2026, 8:00 PM WIB Last Updated 2026-02-12T21:19:11Z

Wharton School Kunjungi Pabrik Yamaha Indonesia.

RAKYATSATU.COM, JAKARTA - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menegaskan reputasinya sebagai manufaktur berstandar global dengan menerima kunjungan akademik internasional dari Wharton School, University of Pennsylvania—salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia.


Kegiatan Factory Visit yang berlangsung pada 14 Januari 2026 di Yamaha West Java Factory ini diikuti oleh 36 peserta, terdiri atas akademisi dan mahasiswa program Master of Business Administration (MBA) Wharton.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memahami secara langsung praktik manufaktur berskala global yang diterapkan Yamaha di Indonesia.


Dalam agenda tersebut, para peserta mendalami strategi efisiensi produksi, sistem pengendalian kualitas, serta pendekatan lokalisasi manufaktur yang dijalankan Yamaha guna menjaga daya saing di pasar internasional.


Mereka juga berkesempatan menyaksikan langsung proses produksi sepeda motor, mulai dari tahap awal perakitan hingga uji kualitas akhir.


Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Takagi Satoshi, menegaskan bahwa Yamaha Indonesia tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga berkomitmen membuka ruang pertukaran pengetahuan lintas negara.


“Sebagai manufaktur berstandar global, Yamaha Indonesia tidak hanya ingin menghadirkan produk berkualitas tinggi sesuai kebutuhan konsumen, tetapi juga mendukung pertukaran pengetahuan, baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya.


Dalam sesi diskusi, para peserta turut membahas tantangan dan peluang industri manufaktur di negara berkembang, termasuk bagaimana integrasi budaya kerja, standar mutu global, dan adaptasi terhadap kondisi pasar lokal menjadi kunci keberhasilan operasional.


Salah satu peserta, Nathnael Hailu Aga Bulcho, mahasiswa MBA Wharton, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan tersebut.


Ia menilai kunjungan ke fasilitas Yamaha memberikan wawasan komprehensif, tidak hanya terkait proses produksi, tetapi juga nilai dan budaya perusahaan yang membentuk sistem kerja terstruktur.


Menurutnya, pembelajaran langsung mengenai alur produksi sepeda motor—mulai dari bahan dasar hingga tahap pengujian akhir—menjadi pengalaman berharga yang memperkaya perspektif manajerial dan strategis.


Melalui kunjungan ini, Yamaha menegaskan komitmennya dalam mendukung transfer of knowledge antara industri dan institusi pendidikan.


Factory Visit diharapkan menjadi jembatan kolaborasi berkelanjutan untuk pengembangan manufaktur masa depan yang adaptif, efisien, dan kompetitif di tingkat global. (*)

Komentar

Tampilkan

  • Wharton School Kunjungi Pabrik Yamaha Indonesia, Pelajari Praktik Manufaktur Global Skala Dunia
  • 0

Terkini

Iklan