Iklan

Iklan

UIN Alauddin Makassar Tembus 6 Besar PTKIN Terbaik Nasional Versi Webometrics

05 Februari 2026, 4:10 PM WIB Last Updated 2026-02-05T08:10:39Z


RAKYATSATU.COM, UIN Alauddin — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan capaian membanggakan dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis web global Webometrics. Kampus ini menempati peringkat ke-6 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia, peringkat ke-88 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional, serta peringkat ke-3 di Provinsi Sulawesi Selatan.


Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menilai capaian tersebut sebagai bentuk pengakuan yang semakin luas terhadap kinerja institusi di tingkat global. Menurutnya, hasil ini sejalan dengan arah pengembangan kampus yang berorientasi pada penguatan rekognisi internasional.


“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi dari local to global recognition yang kita dorong mulai memperlihatkan hasil. Ini bukan sekadar angka peringkat, tetapi refleksi kerja kolektif sivitas akademika dalam meningkatkan visibilitas dan dampak keilmuan,” ujar Hamdan dalam keterangan tertulis.


Ia menambahkan bahwa penguatan publikasi ilmiah, keterbukaan akses riset, serta optimalisasi kanal digital institusi menjadi faktor penting dalam peningkatan peringkat tersebut. Ke depan, UIN Alauddin Makassar akan terus mendorong kolaborasi riset dan diseminasi pengetahuan secara terbuka.


Sementara itu, Ketua Pemeringkatan Universitas UIN Alauddin Makassar, Dr. Ridwan Kambau, menjelaskan bahwa Webometrics merupakan platform pemeringkatan universitas global yang menggunakan pendekatan multidimensi. Penilaian tidak hanya berfokus pada kinerja riset, tetapi juga menimbang kehadiran digital, keterbukaan akses, serta visibilitas akademik institusi.


“Webometrics.org adalah inisiatif pemeringkatan independen berbasis penelitian yang mengedepankan transparansi dan evaluasi non-komersial. Indikator yang digunakan lebih luas dan tidak semata bertumpu pada jumlah publikasi,” kata Ridwan.
Ia menegaskan bahwa Webometrics tidak memeringkat situs web semata, melainkan universitas sebagai institusi. Kinerja web dipandang sebagai proksi untuk menilai dampak institusional di dunia nyata.


Dalam metodologinya, Webometrics menggunakan model penilaian komposit yang telah dinormalisasi agar evaluasi berlangsung seimbang. Indikator tersebut meliputi visibilitas berbasis jumlah domain eksternal yang merujuk ke institusi (50 persen), transparansi melalui jumlah sitasi dari 310 peneliti teratas pada profil Google Scholar (10 persen), serta keunggulan riset berdasarkan artikel yang masuk 10 persen teratas paling banyak dikutip periode 2019–2023 di basis data Scopus/Scimago (40 persen). (Ikhlas/ Amd)
Komentar

Tampilkan

  • UIN Alauddin Makassar Tembus 6 Besar PTKIN Terbaik Nasional Versi Webometrics
  • 0

Terkini

Iklan