RAKYATSATU.COM, MAROS — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros menargetkan posisi lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Wajo.
Dengan menurunkan 476 atlet dari 34 cabang olahraga, Maros bahkan membuka peluang menembus tiga besar jika target medali emas tercapai.
Ketua KONI Maros, Marjan Massere, mengatakan persiapan menghadapi Porprov telah dimatangkan melalui rapat evaluasi bersama seluruh pengurus cabang olahraga.
“Fokus utama kita menghadapi Porprov di Wajo. Semua cabor kita undang untuk mengevaluasi atlet dan mematangkan program kerja 2026,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Dari 35 cabang olahraga yang dipertandingkan, Maros hanya absen di satu cabang karena pertimbangan teknis. Adapun tiga cabang lainnya masuk kategori ekshibisi dan belum dihitung dalam total 476 atlet yang disiapkan.
Menurut Marjan, target lima besar dipasang dengan mempertimbangkan capaian pada babak pra-kualifikasi. Maros sebelumnya mengoleksi 43 medali emas.
“Kalau kita mampu mempertahankan dan mencapai target 47 medali emas, insya Allah kita bisa tembus tiga besar,” katanya.
Untuk mendongkrak perolehan medali, Maros mengandalkan sedikitnya 10 cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi lumbung emas, antara lain bulu tangkis, panahan, atletik, dan taekwondo. Cabang-cabang tersebut diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat.
KONI Maros mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pembinaan dan keikutsertaan atlet di Porprov kali ini. Wakil Ketua KONI Sulawesi Selatan Abd Chalid Suang menilai target tersebut realistis jika melihat hasil kualifikasi.
“Dengan 43 emas di babak kualifikasi, itu sudah bisa dihitung-hitung masuk tiga besar,” ujarnya seusai menghadiri rapat kerja KONI Maros.
Ia menambahkan, dukungan anggaran akan efektif jika dibarengi pembinaan yang konsisten dan terarah. Menurut dia, pada babak kualifikasi para atlet telah saling berhadapan dengan kekuatan relatif seimbang, sehingga peta persaingan di Porprov dapat dipetakan lebih awal.
“Artinya, peluang tetap terbuka. Tinggal bagaimana memaksimalkan pembinaan dan menjaga performa atlet,” kata Abd Chalid. (Ikhlas/arul)