Iklan

Iklan

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Makassar Panen Ribuan Kilogram Pangan

15 Januari 2026, 9:30 PM WIB Last Updated 2026-01-15T13:33:39Z



RAKYATSATU.COM, MAKASSAR Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menghadiri Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Makassar, Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.


Panen raya tersebut dipimpin Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dari Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti secara serentak oleh lapas serta rumah tahanan di berbagai daerah, termasuk Makassar.


Di Lapas Kelas I Makassar, panen raya diikuti Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar. Sejumlah pejabat hadir, antara lain Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Kepala Rutan Kelas I Makassar Jayadikusumah, serta jajaran pemerintah daerah dan pemasyarakatan Sulawesi Selatan.


Aliyah mengatakan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian warga binaan. 

“Program ini memberi bekal keterampilan sekaligus menanamkan semangat produktif agar mereka siap kembali ke masyarakat,” kata Aliyah.


Para tamu meninjau langsung hasil pertanian yang dikelola warga binaan, mulai dari hortikultura hingga komoditas pangan lainnya. Hasil panen tersebut sebagian digunakan untuk kebutuhan internal lapas dan sebagian menjadi media pelatihan keterampilan bagi warga binaan.


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Rudy Sianturi menyebut program ketahanan pangan sebagai bukti pembinaan di lapas dapat berjalan produktif. Ia berharap program ini terus diperkuat sebagai kontribusi pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan daerah.


Sementara itu, Jayadikusumah mengatakan panen raya merupakan hasil pembinaan berbasis kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan. 


“Pembinaan yang tepat dapat memberi dampak positif dan nilai tambah bagi warga binaan,” ujarnya.


Secara nasional, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi melaporkan Panen Raya Serentak Januari 2026 mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Total hasil panen mencapai hampir 124 ribu kilogram. Hingga akhir 2025, program ini melibatkan lebih dari 12 ribu warga binaan dengan total premi yang diterima mencapai Rp905 juta.

Di Sulawesi Selatan, produksi pangan dari program tersebut tercatat mencapai 2,6 ton hasil pertanian, 600 kilogram ikan, dan 110 kilogram hasil peternakan ayam. Hasil penjualan sekitar Rp35 juta akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.

Program ketahanan pangan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menanamkan keterampilan praktis dan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.
(Ikhlas/Azhar)
Komentar

Tampilkan

  • Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Makassar Panen Ribuan Kilogram Pangan
  • 0

Terkini

Iklan